J.H. Werinussa16 October 2011 - 9:55am / Republik Maluku Selatan *** RMS ***
Sebenarnya, pemerintah kerajaan belanda telah lama bersekongkol dengan pemerintah Indonesia dalam menghancurkan perjuangan kedaulatan Negara Republik Maluku Selatan. Tapi dengan berkat Tuhan yang begitu baik dan manis, segala persekongkolan kejahatan international selama ini antara Belanda dan Indonesia terungkap melalui persidangan 10 oktober 2011 dipengadilan Den Haag Belanda berlalu. Dimana keterkaitannya mentri luar negeri Belanda Ury Rosenthal dengan jakarta untuk menggugat Status Quo RMS dan keabsahannya kepengadilan menjadi ketahuan Pemerintah RMS Inbalingschaap di Belanda, hal mana membuktikan bahwa, pemerintah kerajaan belanda terlibat dalam persekongkolan kejahatan berat international untuk melindungi para penjahat dan kriminal international, adalah suatu tindakan dan permainan politik manipulasi yang amat kotor dan jahat. Dalam hal ini, kami memintakan perhatian semua ahli hukum international dan para organisasi kemanusiaan diseluruh dunia untuk menjatuhkan sangsi kepada pemerintah belanda sehubungan dengan permaianan politik manipulasi dengan Indonesia dan harus dipertanggungjawabkan didepan pengadilan international di Den Haag menyangkut hak kedaulatan Republik Maluku Selatan. Karena pemerintah kerajaan Belanda tidak dapat melarikan dirinya dari tanggungjawabnya sebagai ketua UNIE dari Negara Federasi Republik Indonesia, sehubungan dengan Hasil hasil KMB dan Rancangan Konstitusi RIS 1949 di Den Haag Belanda. Dan itulah yang menjadi landasan berdirinya Republik Maluku Selatan. Lihat tex Proklamasinya tertanggal 25 april 1950 di Ambon. Dalam hal ini, pemerintah kerajaan belanda bertanggungjawab penuh untuk meratificasi status QOU RMS dan juga PBB sesuai dengan semua ketentuan hukum international dan peraturan PBB sehubungan dengan Hasil hasil KMB dan Rancangan Konstitusi RIS 1949. Dari BPPKRMS dan terimalah salam kebangsaan kami "Mena Muria" God Bless RMS amin. Standing sitill and let God Move.
Reply
RNW Player
International Justice
From the former Yugoslavia to Rwanda, Cambodia and Lebanon, Radio Netherlands Worldwide reports on international justice. We offer background news and reporting on war crimes, human rights abuses and genocide.
Sebenarnya, pemerintah kerajaan belanda telah lama bersekongkol dengan pemerintah Indonesia dalam menghancurkan perjuangan kedaulatan Negara Republik Maluku Selatan. Tapi dengan berkat Tuhan yang begitu baik dan manis, segala persekongkolan kejahatan international selama ini antara Belanda dan Indonesia terungkap melalui persidangan 10 oktober 2011 dipengadilan Den Haag Belanda berlalu. Dimana keterkaitannya mentri luar negeri Belanda Ury Rosenthal dengan jakarta untuk menggugat Status Quo RMS dan keabsahannya kepengadilan menjadi ketahuan Pemerintah RMS Inbalingschaap di Belanda, hal mana membuktikan bahwa, pemerintah kerajaan belanda terlibat dalam persekongkolan kejahatan berat international untuk melindungi para penjahat dan kriminal international, adalah suatu tindakan dan permainan politik manipulasi yang amat kotor dan jahat. Dalam hal ini, kami memintakan perhatian semua ahli hukum international dan para organisasi kemanusiaan diseluruh dunia untuk menjatuhkan sangsi kepada pemerintah belanda sehubungan dengan permaianan politik manipulasi dengan Indonesia dan harus dipertanggungjawabkan didepan pengadilan international di Den Haag menyangkut hak kedaulatan Republik Maluku Selatan. Karena pemerintah kerajaan Belanda tidak dapat melarikan dirinya dari tanggungjawabnya sebagai ketua UNIE dari Negara Federasi Republik Indonesia, sehubungan dengan Hasil hasil KMB dan Rancangan Konstitusi RIS 1949 di Den Haag Belanda. Dan itulah yang menjadi landasan berdirinya Republik Maluku Selatan. Lihat tex Proklamasinya tertanggal 25 april 1950 di Ambon. Dalam hal ini, pemerintah kerajaan belanda bertanggungjawab penuh untuk meratificasi status QOU RMS dan juga PBB sesuai dengan semua ketentuan hukum international dan peraturan PBB sehubungan dengan Hasil hasil KMB dan Rancangan Konstitusi RIS 1949. Dari BPPKRMS dan terimalah salam kebangsaan kami "Mena Muria" God Bless RMS amin. Standing sitill and let God Move.