Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Senin 13 Februari RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET
Avatar Hans Jaap Melissen

Penggundulan Hutan Sumatra Bencana Lingkungan

Diterbitkan : 17 November 2009 - 2:59pm | Oleh Hans Jaap Melissen
Diarsip dalam:

Penggundulan hutan di Sumatra menjadi penyumbang besar emisi gas rumah kaca di dunia. Ini terkait dengan pohon-pohon yang tumbuh di atas lapisan tanah gambut. Greenpeace melangsungkan aksi menjelang KTT Iklim di Kopenhagen Desember.
 

Para aktivis merantai diri ke mesin-mesin penggali. 'Obama, Anda bisa hentikan ini', demikian tertulis pada spanduk merah menyala. Dengan aksi itu, mereka menghendaki perhatian terhadap penggundulan hutan di Sumatra. Mereka berharap KTT Iklim di Kopenhagen bisa menghentikannya.

Menurut Yvo Boer dari biro iklim PBB, penebangan hutan hanya akan berhenti apabila ada alternatif ekonomi yang bisa ditawarkan. Penduduk tidak mendapat keuntungan ekonomi dari hutan tersebut saat ini. Menurutnya, mereka baru bisa dibujuk untuk tetap membiarkan hutan apabila mendapat uang.

 

Diskusi

untuk bumi hijau 22 Desember 2009 - 3:20am / indonesia

masalah kerusakan hutan tidak bisa disalahkan sepenuhnya kepada masyarakat sekitar hutan. seperti kasus-kasus kerusakan hutan yang ada di pulau sumatera lebih disebabkan karena keberadaan perusahaan-perusahaan besar yang diberi ijin HPH tanpa adanya kontrol yang bagus dari pemberi ijin. masyarakat seolah-olah menjadi obyek karena mereka dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan "eksploitasi" hutan dalam usahanya untuk mendapatkan upah. salah satu solusi yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kualitas hutan baik dari segi fungsi dan manfaat untuk masyarakat adalah meningkatkan/ memacu kesadaran akan pentingnya hutan baik bagi masyarakat sekitar hutan maupun perusahaan yang diberi wewenang untuk "mengeksploitasi" hutan. setiap orang tentu sadar apabila hutan rusak sudah bisa dipastikan akan mempengaruhi lingkungan sekitar, akan tetapi pemahaman untuk menyadari tentang hal ini belum dimiliki untuk setiap individu-individu yang punya ketergantungan dengan hutan baik langsung mapun tidak langsung. dan semua itu akan cepat terlaksana jika kita mulai dari diri sendiri untuk bersikap ramah dengan lingkungan. -untuk bumi sejuk&hijau-

user avatar
Egi Dilianda 19 Desember 2009 - 1:25pm / indonesia

kenapa harus menyalahkan masyerakat lokal? justru masyerakat lokal lah yang lebih paham mengenai hakikat hutan tersebut bagi kepentingan manusia. tanggung jawab terbesar ada pada korporasi besar yang "masuk" kedalam hutan tersebut. tidak adanya komitmen nyata diikuti dengan pengawasan yang ketat seperti inilah kemudian masalah hutan muncul. Konferensi iklim di kopenhagen sendiri sampai saat ini tidak menemui titik temu, akibat adanya "influence" dari koorperasi besar dengan tujuan profit besar yang ikut memainkan "interest" disana.
hutan dan mayerkat lokal didalamnya adalah korban dari orientasi keuntungan besar yang ingin diraih oleh korporasi besar yang tidak diimbangin tanggung jawab serta pengawasan yang ketat dari pemerintah.

gita febriandini 10 Desember 2009 - 2:21am / indonesia
selain ekonomi dan pendidikan salah satu faktor yang terpenting adalah kesadaran akan lingkungan hidup, jika seluruh masyarakat sadar bahwa kita tinggal di alam yang harus dilestarikan, kita tidak akan merusaknya, karena kita pasti akan memperhitungkan dampak apa yang akan terjadi dari lingkungan itu khususnya penggundulan hutan.
Yulianti 6 Desember 2009 - 8:12pm / Indonesia
Penyebab utama yang paling utama, bahkan sebelum ekonomi adalah pendidikan. Pendidikan yang benar akan membuat warga pintar dan mencari jalan keluar untuk segala permasalahannya melalui cara2 yang baik dan ramah lingkungan--karena dia yakin krtika dia tdk ramah dengan lingkungan, maka dampak yg dirasakan akan balik ke dirinya.

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Pecandu Narkoba Polandia Balik ke Negaranya
Orang Polandia di Belanda yang kecanduan alkohol dan narkoba, akan...
Amsterdam, Taman Ria bagi Wisatawan
Penduduk Amsterdam menghadapi pilihan berat. Warga yang tinggal di pusat...
RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET