Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Minggu 27 Mei RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET
Enter a description of the photo here
Avatar Alejandro Pintamalli
Map
Hilversum, Belanda
Hilversum, Belanda

Tukang Tortilla di Nikaragua

Diterbitkan : 18 Desember 2009 - 11:42am | Oleh Alejandro Pintamalli
Diarsip dalam:

Tujuh reporter Radio Nederland Wereldomroep mencari usahawan kecil di dunia yang mendapat kredit mikro. Berikut ini catatan reporter Alejandro Pintamalli.

Bukan tugas mudah mencari pemeran utama yang cocok untuk liputan mengenai penerima kredit mikro di Amerika Latin. Saya memulai pencarian di lautan kisah-kisah kehidupan. Saya masuk lautan itu dan menemukan tukang torrilla di Nikaragua.

Peran utama dipegang Linda Flores. Dia didukung Pro Mujer, salah satu LSM terpenting di kawasan ini. Pro Mujer ("Pro Perempuan") berkantor di kota León, sekitar 100 kilometer dari ibukota Managua. Linda bikin tortilla, semacam kulit lumpia besar yang dibuat dari jagung, makanan khas Amerika Latin. Dengan bantuan kredit mikro ia bisa memperluas produksinya dan membeli oven khusus.

Meremas dan memipih
Saya menelpon HPnya dari Belanda untuk bikin janji hari Minggu. Juru kamera Paul Bergsma menemani saya. Kami ingin membuat video kesan pertama Linda. Pukul empat subuh Senin berikutnya kami sudah harus berada di sana, karena Linda mulai bikin tortilla: meremas dan memipih adonan. Tanpa berhenti sampai siang hari.

Memang agak lama sebelum kami tiba di tempat Linda dan keluarga. Di  Nikaragua tidak ada alamat yang jelas, jadi kami mendapat petunjuk sebagai berikut:"daerah La Providencia, lima blok bagian selatan sekolah ini dan itu..." Linda menunggu kami bersama suaminya Jorge dan ketiga putranya. Anak-anaknya langsung menyerbu stroopwafels, kue kering Belanda, yang saya bawa bersama t-shirts berlogo Radio Nederland Wereldomroep serta oleh-oleh kecil lainnya dari Belanda.

Matahari terbit
Keesokan harinya kami mulai saat matahari terbit, sementara ayam jago berkokok di La Providencia, daerah yang indah tapi miskin. Saya heran melihat banyak perempuan aktif pada hari Senin subuh. Direktur Pro Mujer, Gloria Ruiz, menjelaskan kepada kami bahwa kaum perempuan merupakan usahawan Nicaragua. Kaum laki-laki baru menyusul setelah melihat keberhasilan proyek-proyek yang dikelola kaum perempuan.

Sisa hari Minggu kami gunakan untuk merekam kota dan sekitarnya. Kami ingin merekam gambar panoramis kota. Ada dua jalan menuju puncak, salah satunya melalui tempat pembuangan sampah. Kami pulang lewat jalan lain. Jalan yang rusak dan penuh sampah.

Keesokan harinya setelah sarapan Gallo Pinto, makanan lokal yang terdiri dari nasi, kacang-kacangan, telur dan keju, kami mulai merekam. Kami mendengar kisah Linda yang keluar dari kemiskinan dan organisasi Pro Mujer yang membantu kaum perempuan dalam hal pendidikan dan layanan kesehatan.

Pada hari terakhir kunjungan kami, Linda setuju periksa di ginekolog yang pernah didatanginya tujuh tahun lalu. Tapi yang paling penting, kami dapat melihat sendiri bagaimana kaum perempuan di Nikaragua memperkuat rasa harga diri.

Paradoksal
Tapi harus diakui tidak semuanya positif. Dua dari tiga anak Linda tidak sekolah tahun ini karena terpaksa membantu sang ibu. Situasinya paradoksal. Tanpa bantuan anak-anak keluarga Linda tidak bisa maju. Tapi tanpa pendidikan anak-anak tidak punya masa depan. Kami berpisah dari Linda sekeluarga dan mereka berjanji anak-anak akan kembali sekolah tahun depan. Keluarga ini mengharapkan kredit mikro baru untuk dapat memulai toko suku cadang sepeda. Linda tetap bikin tortilla sementara Jorge mengurus toko suku cadang. Dan anak-anak? Mereka tentu saja sekolah.

Diskusi

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Stedelijk Museum Amsterdam Dibuka untuk Pers
Stedelijk Museum di Amsterdam dibuka untuk pers Rabu (09/05), setelah...
Terapi Virtual untuk Korban Pelecehan Seksual
Tim psikolog Universitas Erasmus Rotterdam, Belanda, menggunakan...
RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET