Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Minggu 27 Mei RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET
Enter a description of the photo here
Map
Den Haag, Belanda
Den Haag, Belanda

Sektor Keuangan Inklusif Mengurangi Ketimpangan Pendapatan

Diterbitkan : 25 Januari 2010 - 6:12pm | Oleh
Diarsip dalam:

'Pertumbuhan ekonomi sangat penting bagi pembangunan dan kami tahu bahwa sektor keuangan yang kuat dan inklusif tidak hanya mendorong pertumbuhan tetapi juga mengurangi ketimpangan pendapatan.'  

Berikut pidato Putri Maxima pada debat kredit mikro di Den Haag.

Yang Mulia

Bapak-bapak, ibu-ibu dan saudara-saudara sekalian

Pertama-tama saya mengucapkan terima kasih kepada Radio Nederland Wereldomroep yang mengundang saya berbicara di tempat ini – bangunan khas Den Haag yang dikenal dunia. Saya lebih bersyukur lagi karena RNW menyelenggarakan konferensi yang mengajukan pertanyaan kritis kepada setiap sektor: Menguntungkan siapa? Pertanyaan ini sangat relevan untuk sektor pinjaman mikro, dan karena itu juga sangat relevan bagi saya selaku Penasehat khusus Sekjen PBB dalam Inclusive Finance for Development. (Pendanaan inklusif pembangunan)

Perkenankan saya memberikan definisi soal pendanaan inklusif, walaupun artinya mungkin sudah cukup jelas. Pada dasarnya pendanaan inklusif dimulai dari akses universal, dengan harga yang layak sampai ke rangkaian jasa keuangan bagi setiap orang yang memerlukan, diberikan oleh berbagai instansi keuangan yang sehat dan berkesinambungan.

Akses ke berbagai jasa keuangan – seperti pinjaman, tabungan, asuransi, pembayaran, pengiriman uang – membantu menampung orang yang mengalami hal-hal tak terduga, memberikan pendapatan dan mengumpulkan aset. Akses universal bukan saja berarti akses untuk individu, tetapi juga untuk usaha kecil dan menengah, yang seperti diketahui dapat berperan sebagai motor penggerak di banyak negara.

Pertumbuhan ekonomi sangat penting bagi pembangunan dan kami tahu bahwa sektor keuangan yang kuat dan inklusif tidak hanya mendorong pertumbuhan tetapi juga mengurangi ketimpangan pendapatan. Karena itu kami semua harus berupaya membangun insfrastruktur keuangan di negara-negara berkembang. Harus dicatat bahwa institusi keuangan berperan penting meningkatkan taraf kehidupan melalui jasa-jasa yang mereka tawarkan secara efisien dan dengan harga yang terjangkau.

Di sini menurut saya isu harga harus lebih diperhatikan. Kami tahu bahwa ongkos pinjaman-pinjaman kecil relatif lebih mahal dibanding pinjaman besar dan ditambah dengan biaya yang mahal seringkali pinjaman yang kecil itu mempunyai suku bunga yang lebih tinggi.

Yang sangat diperlukan sektor kredit mikro adalah lembaga yang berkembang lebih cepat, menarik modal lebih banyak dan menjangkau lebih banyak klien dengan harga yang lebih menarik dan cara yang sinambung.

Kami sangat gembira melihat meningkatnya efisieni yang didorong oleh skala ekonomi dan inovasi yang dapat menekan suku bunga di seluruh dunia; sesuatu yang kami perjuangkan dan sekarang kami sambut. Tampaknya ini berjalan terus dalam perspektif dunia: angka-angka terbaru menunjukkan bahwa suku bunga turun setiap tahun di seluruh dunia. Suku bunga yang terus turun ini merupakan fenomena luas di seluruh dunia kecuali di Asia Selatan yang suku bunganya sudah relatif rendah.

Tapi perlu dicatat bahwa di pasar-pasar tertentu sejumlah institusi berhasil meningkatkan hasil mereka walaupun ongkos operasi mereka merosot. Dalam hal-hal serupa ini, keuntungan mulai berperan lebih penting daripada kesinambungan.

Menurut saya kami harus bersama-sama mendiskusikan isu ini. Apakah kami melihat tanda-tanda adanya penyimpangan misi? Apakah MFI ini ditemukan di satu atau dua negara ataukah suatu trend umum? Apakah ini hasil investor baru yang berorientasi pada periode jangka pendek dan profit sehingga pasar hanya mengutamakan keuntungan?

Tentu saja ada instansi-instansi lain yang tidak punya profit besar tapi meneruskan ketidakefisienannya kepada klien mereka dan dengan demikian memungut suku bunga yang tinggi.

Sehubungan dengan semuanya ini sangatlah penting memikirkan peran Anda selaku donor dan investor sebagai katalisator yang mendorong institusi-institusi yang berurusan dengan Anda menjadi institusi yang berkesinambungan yang mencari keuntungan dalam hal efisiensi yang akhirnya bisa menciptakan harga yang layak bagi kliennya. Dengan kata lain, harga yang sinambung bagi institusi yang terjangkau oleh klien.

Dan bukan soal harga saja: mutu produk juga harus dipertimbangkan. Apakah produk yang sekarang ini dirancang sedemikian rupa sehingga pengusaha kecil juga cukup diuntungkan? Apakah pinjaman cocok untuk petani misalnya? Apakah ada mekanisme menabung yang memadai bagi para klien? Apakah kami menyediakan mekanisme menabung yang aman? Bisakah mereka memiliki asuransi: asuransi kehidupan? Asuransi kesehatan? Bisakah mereka mengirim uang kepada sanak saudara di pedesaan?

Yang ingin saya tekankan di sini adalah bahwa kami masih cenderung mencurahkan perhatian diskusi kepada pihak kredit saja, sambil melupakan produk-produk keuangan lain seperti tabungan yang sama pentingnya bahkan mungkin lebih penting bagi kaum miskin.

Belum lagi pengiriman jasa-jasa ini. Apakah institusi-institusi ini memberikan pinjaman yang bertanggungjawab dan sinambung? Apakah klien justru tidak dicekik hutang? Apakah harga produk keuangan itu transparan, dapat dibaca dan dimengerti klien? Apakah praktek-praktek pengumpulannya layak? Kampanye-kampanye yang diluncurkan dua tahun belakangan mengangkat isu-isu ini dan saya sangat gembira banyak MFI yang menerapkannya.

Dan akhirnya, pertanyaan yang ingin kami jawab: apa dampak jasa keuangan?  Apakah jasa itu membawa perubahan positif dalam kehidupan kaum miskin? Sayangnya penelitian belum memberikan jawaban definif atas pertanyaan penting itu. Banyak studi yang menyoroti negara tertentu atau wilayah dalam suatu negara.

Jangka waktu studi-studi itu terbatas dan indikator yang digunakan tidak selalu sama, jadi sulit melakukan perbandingan. Alhasil, kami mempunyai informasi berharga tapi belum bisa menarik kesimpulan untuk sektor ini secara global.
Menurut beberapa studi kredit mikro memperbaiki keadaan dan situasi pengusaha yang ada, bahwa aset mereka bertambah, tapi tidak berdampak bagi gender. Menurut studi lain, ada kenaikan pendapatan  atau aset sedikit tapi pemberdayaan perempuan justru meningkat pesat. Yang lain lagi menemukan kenaikan pendapatan dan menciptakan lowongan kerja. Jadi kesimpulan umum adalah diperlukan evaluasi yang berharti-hati terutama dalam hal pendapatan yang dapat dibandingkan. Kami tahu bahwa jasa keuangan berperan penting dalam membantu keluarga miskin, mengurus kehidupan mereka dan melindungi mereka dari hal-hal lain yang merupakan bagian kehidupan sehari-hari dalam kemiskinan.

Karena itu saya sangat gembira menghadiri sebuah panel tahun lalu yang diselenggarakan Oikokredit dalam bidang penampilan sosial dan penanaman modal dalam sektor kredit mikro, yang mencakup juga diskusi menarik soal Sosial Performance Indicator. Isu ini juga diangkat melalui program seperti PPI, Progress out of Poverty Index, sarana asesmen yang dipakai MFI untuk mendeterminasi taraf kemiskinan klien mereka dan menarik klien mereka keluar dari kemiskinan. Dengan berjalanya waktu akan lebih disorot siapa yang diuntungkan, berapa banyak dan kapan. Setelah itu kami baru bisa menyesuaikan ulang kebijakan dan praktek-praktek dengan produk yang paling menguntungkan orang.

Bapak-bapak, ibu-ibu dan saudara-saudara sekalian,

Sebagai akhir kata saya ingin menyampaikan pesan kepada hadirin di sini. Menurut saya Anda semua memegang peranan penting. Sebagai donor, akademisi dan penanam modal, Anda bisa mulai menjamin bahwa institusi keuangan memperhatikan isu-isu melindungi klien yang dimulai dengan mengukur dampak jasa-jasa mereka dan menganalisa kesinambungan produk dan harga baik untuk klien maupun pemasoknya.
Mengutip salah satu pesan kunci PBB soal keuangan inclusif: ‘Broadening access to financial services is an important policy goal but will not in and of itself eliminate poverty.’ Renungkanlah ini dan marilah kita memikirkan bagaimana menggunakan jasa-jasa keuangan bersama guna meningkatkan kehidupan manusia. Akhirnya kami harus mengingat bahwa jasa-jasa keuangan merupakan sarana mengakhiri sesuatu dan bukan tujuan itu sendiri.

Terima kasih banyak.

Diskusi

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Stedelijk Museum Amsterdam Dibuka untuk Pers
Stedelijk Museum di Amsterdam dibuka untuk pers Rabu (09/05), setelah...
Terapi Virtual untuk Korban Pelecehan Seksual
Tim psikolog Universitas Erasmus Rotterdam, Belanda, menggunakan...
RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET