Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Minggu 12 Februari RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET
UNESCO/GMR Akash
Avatar Jan Huisman
Map
Hilversum, Belanda
Hilversum, Belanda

Sasaran Tujuan Milenium Meleset

Diterbitkan : 19 Januari 2010 - 12:36pm | Oleh Jan Huisman
Diarsip dalam:

Krisis keuangan dunia ternyata juga mengancam sektor pendidikan. Demikian laporan lembaga kebudayaan dan pendidikan PBB, UNESCO.

Negara-negara miskin kini berupaya menyeimbangkan APBNnya menghadapi perekonomian yang seret, sehingga upaya mencapai Tujuan Milenium, MDG, di bidang pendidikan akan tidak tercapai.

Pendidikan 
Tujuannya adalah memasukkan semua anak di dunia sebagai murid SD pada tahun 2015. Demikian Kevin Watkins, penulis laporan "Education for All: Global Monitoring Report" (Pendidikan bagi Semua, Laporan Pengamatan Sedunia) yang dikeluarkan Selasa 19 Januari. Kemajuan sebenarnya dicapai pada dekade pertama tahun 2000an dan inilah satu-satunya tujuan milenium yang punya kans terlaksana. Tetapi akibat guncangan krisis keuangan dunia, terutama negara-negara miskin sekarang menghadapi resiko tidak tercapainya tujuan ini.

Sekitar 71 juta anak di dunia sekarang tidak masuk sekolah, demikian laporan itu. Dalam perekonomian yang makin berdasarkan pada ilmu pengetahuan, jumlah sebesar itu akan membahayakan kesempatan kerja anak-anak itu di masa depan. Ketika pemerintah negara-negara Afrika sub Sahara harus menghadapi turunnya pendapatan nasional karena krisis ekonomi, Kevin Watkins berkata bahwa anggaran untuk sekolah dasar bisa berkurang sampai 10 persen.

Kevin Watkins: Di sini kita bicara tentang lingkungan kelas tempat anak-anak itu belajar. Tidak ada buku, tidak ada papan tulis, tidak ada pensil, tidak ada meja kursi. Itu berdampak serius. Yang kami tekankan dalam laporan itu adalah anak-anak ini bukan penyebab krisis, jadi mereka tidak boleh dirugikan apalagi membayar dengan kesempatan memperoleh pendidikan.

Kemajuan
Kevin Watkins menunjuk pada kemajuan yang dicapai di negara-negara seperti Tanzania yang sudah menyekolahkan tiga juta anak ekstra sejak 2001. Bangladesh berhasil menghapus ketimpangan jender dalam pendidikan, Watkins berlanjut, sedangkan India berhasil mengurangi jumlah anak tidak bersekolah dengan 15 juta hanya dalam dua tahun belakangan. Pelbagai keberhasilan ini menunjukkan bukannya tidak adanya kebijakan efektif yang membatasi peningkatan pendidikan. Yang menghambat adalah kurangnya dana.

Kevin Watkins: Yang ditunjukkan oleh pemerintah India adalah anggaran justru bisa ditingkatkan pada sektor-sektor yang sangat penting. Misalnya membangun gedung sekolah, melatih para guru, melengkapi sekolah yang sudah ada, semua itu bisa membangkitkan terobosan secepatnya. Ini semua bukan ilmu tingkat tinggi, tetapi yang terjadi adalah kebijakan yang diabaikan, padahal seharusnya ini akan bekerja. Akibatnya kita sekarang seperti ini.

Sub Sahara
Sementara negara-negara Barat meningkatkan kesanggupannya untuk memberi bantuan, di tengah perekonomian yang menurun, ternyata ada juga negara lain yang mengurangi bantuan. Tetapi walaupun bantuan secara keseluruhan meningkat, kerugian yang dialami negara-negara miskin masih belum teratasi. Kembali Kevin Watkins:

Kevin Watkins: Kepada negara-negara kaya dan lembaga keuangan internasional kami berseru supaya meningkatkan kesanggupan membantu. Dengan begitu, negara-negara Afrika sub Sahara tidak akan terpaksa memilih stabilitas keuangan di satu pihak dengan pendidikan anak-anak di pihak lain.

PBB memperkirakan kerugian yang dialami negara-negara Afrika sub Sahara akan melebihi 40 milyar dolar dalam tahun fiskal mendatang. Itu berarti sekitar 50 juta anak-anak akan tidak bisa ke sekolah dalam lima tahun mendatang. Kevin Watkins menyebut hal ini sebagai krisis pembangunan manusia dalam skala besar. 

Baca Tujuan Milenium PBB di sini dan di sini

Diskusi

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Pecandu Narkoba Polandia Balik ke Negaranya
Orang Polandia di Belanda yang kecanduan alkohol dan narkoba, akan...
Amsterdam, Taman Ria bagi Wisatawan
Penduduk Amsterdam menghadapi pilihan berat. Warga yang tinggal di pusat...
RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET