Mantan Kandidat presiden Sri Lanka, Sarath Fonseka, ditangkap.
Pemerintah menuduhnya menggalang rencana memboikot negara. Menurut pertunjuk yang didapat, ketika ditangkap Fonseka diseret oleh militer dari mejanya. Sang jenderal pensiunan itu bulan lalu kalah dalam pemilihan presiden setelah bertanding sengit dengan presiden saat ini, Mahinda Rajapakse. Menurut Fonseka terjadi pemalsuan suara dan dia tidak ingin mengakui hasil pemilihan.
Pemerintah Sri Lanka setelah itu seperti mulai mencari di mana pun pendukung Fonseka berada. Sejak Rajapakse kembali berkuasa, 37 penangkapan terjadi.
Amerika Serikat mengatakan khawatir mendengar berita ini. Washington takut perpecahan kembali terjadi di Sri Lanka. Padahal negeri ini baru saja merasakan damai setelah perang etnis bertahun-tahun lamanya.
Fonseka dan Rajapakse sama-sama memimpin pemusnahan pemberontak Macan Tamil yang membangkang selama 25 tahun di negeri itu.


















Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.