Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Rabu 8 Februari RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Avatar Redaksi Indonesia
Map
Jakarta, Indonesia
Jakarta, Indonesia

Reaksi SBY Tidak Efektif

Diterbitkan : 28 Desember 2009 - 2:55pm | Oleh Redaksi Indonesia
Diarsip dalam:

Sejauh ini reaksi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terhadap buku Membongkar Gurita Cikeas tulisan George Aditjondro sangatlah ringan.


Tidak seperti sebelumnya di mana SBY selalu mengatakan adanya pihak yang ingin menjatuhkannya, atau upaya pembunuhan karakter terhadapnya. Reaksi keras justru muncul dari kalangan pendukung presiden, padahal reaksi mereka ini tidak ada artinya sama sekali. Demikian pendapat Prof. Dr. Tjipta Lesmana, pakar komunikasi politik di Jakarta. 

Tudingan senada
Menurut Profesor Tjipta Lesmana, sebelum munculnya buku George itu, sebenarnya sudah banyak tudingan senada yang diarahkan pada orang-orang seputar SBY. Hanya saja yang berbentuk buku baru pertama kali ini.

Sesudah inipun, demikian pendapat Tjipta Lesmana, masih akan muncul buku atau tulisan yang bertema sama. Karena sejak awal, banyak yang curiga dari mana asal usul dana kampanye SBY dan Partai Demokrat  sewaktu pemilu lalu.

Dana tersebut pasti besar karena kampanye yang luar biasa lewat media massa, iklan-iklan besar di Kompas yang satu halamannya berharga 400 juta rupiah setiap muncul. "Partai Demokrat sering muncul dengan iklan seperti ini. Luar biasa," demikian Tjipta Lesmana.

Semua orang bertanya-tanya dari mana dana itu, tapi tidak pernah ada jawaban, tidak ada keterbukaan. Inilah yang menimbulkan kecurigaan. "Selama hal ini masih terus tertutup, belum ada keterbukaan maka cerita seperti George Aditjondro ini keluar lagi," demikian Tjipta Lesmana.

Reaksi
Sejauh ini reaksi SBY terhadap pernyataan dalam buku George Aditjondro sangatlah ringan. Reaksi SBY yang diucapkan dalam perayaan Natal bersama di Jakarta Convention Hall, tidak langsung menghantam buku George. SBY hanya mengatakan: "... marilah kita semua laksanakan ajaran agama yang universal, yaitu jangan melakukan fitnah, jangan menduduh." Demikian Tjipta Lesmana mengutip SBY.

"Kita sudah tahu sasarannya ke buku George, tapi bisa saya katakan itu sangat umum, normatif. Saya juga heran ini kali SBY kelihatan ringan. Apa dia juga pusing, lagi mencari rumus untuk menghantam balik. Ini mengherankan, sebab tuduhan itu sangat berat. Dikatakan yayasan-yayasan SBY  dijadikan pundi untuk membiayai kampanye. Disebut pula nama-nama yang ada kaitan dengan Bank Century. Saya melihat isi buku George sangat amat serius, dari kaca mata SBY. Tetapi kenapa reaksi masih tenang-tenang. Ini wallahualam, saya juga nggak tahu."

Sejauh ini yang justru beraksi keras adalah orang-orang di sekeliling SBY. Dan menurut Tjipta Lesmana hal itu tidak akan efektif dan tidak signifikan. "Harus langsung diambil-alih SBY. Karena buku George ini sasarannya jelas sekali, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Jadi kalau lewat jubir presiden atau petinggi Partai Demokrat, itu tidak ada artinya. Apalagi jubir presiden mengatakan itu buku kontroversial. Itu reaksi yang sangat tidak efektif."

Fakta dan bukti
Prof. Tjipta Lesmana kemudian mengutip teori Lenin, pendiri Uni Sovyet, yang mengatakan gosip hanya bisa digulung dengan mengajukan bukti. Selama tidak ada fakta dan bukti maka gosip akan bergentayangan terus dan lama kelamaan bisa dianggap kebenaran oleh publik. Jadi, demikian Tjipta Lesamana, "SBY harus mengeluarkan fakta, fakta dan fakta."

Ikuti penjelasan Prof. Dr. Tjipta Lesmana selengkapnya, dengan mengklik tanda panah di bawah ini:
 

Unduh

Diskusi

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Amsterdam, Taman Ria bagi Wisatawan
Penduduk Amsterdam menghadapi pilihan berat. Warga yang tinggal di pusat...
Tionghoa Indonesia Perkokoh Multibudaya Belanda
Sabtu 28 Januari lalu, kalangan peranakan Tionghoa Indonesia yang sudah...
RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET