Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Senin 13 Februari RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET
Enter a description of the photo here
Avatar Redaksi Indonesia
Map
Hilversum, Belanda
Hilversum, Belanda

Perdagangan Karbon: Apa dan Bagaimana

Diterbitkan : 3 Desember 2009 - 4:43pm | Oleh Redaksi Indonesia
Diarsip dalam:

Dari tanggal 7 hingga 18 desember mendatang di kota Kopenhagen Denmark, diselenggarakan KTT Iklim yang dihadiri 192 negara.

Banyak pihak yang merasa pesimis akan dicapai kata sepakat untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan sekaligus pemanasan bumi. Salah satu agenda penting pembicaraan, terutama menyangkut Indonesia, adalah perdagangan karbon atau carbon trading.

Apa itu, bagaimana cara kerjanya dan apakah ada manfaatnya buat Indonesia. Redaksi Indonesia menanyakan hal ini kepada rekan Yanti Mualim, pakar lingkungan Radio Nederland Wereldomroep:

CO2
Menurut Yanti Mualim yang dulu mengasuh acara Lingkungan Hidup di Radio Nederland, perdagangan karbon adalah memperjual-belikan hak untuk mengemisi. Yang dimaksud karbon sudah tentu karbondioksida atau CO2, salah satu gas yang menyebabkan dampak rumah kaca.

Dampak rumah kaca diakibatkan gas yang lepas akibat pembakaran fosil yang menyelubungi bumi seperti selimut. Sehingga panasnya tidak keluar. Oleh karena itu suhu bumi meningkat terus. Negara-negara maju sudah bertahun-tahun mengeluarkan CO2, sementara negara-negara sedang berkembang baru tahun-tahun belakangan. Misalnya Cina, India, Brasil, dan Indonesia tentunya.

Negara maju
Yang sekarang harus mengurangi pertama-tama negara-negara yang sudah maju. Ukuran pengurangan ini misalnya 5%, berdasarkan pengeluaran emisi yang dicatat tahun 1990. Ada beberapa cara, salah satunya dengan berdagang.

Misalnya dengan membuat proyek teknologi bersih, yang ternyata bisa mengurangi emisi negara tersebut hingga 10%. Kelebihan 5% inilah yang diperdagangkan atau ditawarkan ke negara-negara lain untuk membelinya.

Bisa juga dengan menabung hak emisi dan yang terakhir dengan perdagangan berdasarkan proyek. Misalnya suatu negara harus mengurangi emisi 5%. Hal itu tidak dilakukan di dalam negeri, tapi dengan mengekspor teknologi bersih misalnya ke negara duani ketiga. Proyek teknologi bersih ini dihitung sebagai kredit sang pemberi dana.

Lalu bagaimana dengan kasus Indonesia? Jawabannya dapat Anda dengar dengan mengklik tanda panah di bawah ini.

 

Diskusi

Mochammad Romdhon 23 Februari 2010 - 3:57pm / INDONESIA

CV. SAHAM JABON INDONESIA

S yariah
A manah
H ijau
A lam
M akmur

SELAMAT DATANG
DUNIA INVESTASI TANAMAN INDUSTRI KEHUTANAN
________________________________________
1. GAMBARAN UMUM
CV. Saham Jabon Indonesia, didirikan oleh Mochammad Romdhon, mantan Karyawan Pimpinan PTPN V, yang mana dalam pelaksanaan operasional usaha dikelola dengan berpegang kepada Prinsip Syariah ( Bagi Hasil ). Perusahaan bergerak dalam bidang Agri Bisnis terutama dalam pembibitan kayu Jabon dan Investasi tanaman Industri Kehutanan lainnya.
Berkedudukan di Pekanabru Riau
Pelaksanaan investasi adalah penekanan pada konsep BAGI HASIL, dimana penerimaan Investasi dari Investor dilakukan pada saat penanaman telah selesai dilakukan / setelah Berita Acara Serah terima Pelaksanaan penanaman Bibit.

2. LATAR BELAKANG
• Penertiban yang dilakukan oleh pemerintah terhadap pembalakan liar / Illegal Logging secara terus menerus.
• Program penyelamatan lingkungan / aksi kampanye yang aktif dilakukan oleh LSM terutama WALHI dan Green Peace dalam hal kerusakan Hutan dan Iklim.
• Pertumbuhan negatif usaha industri perkayuan di Indonesia yang disebabkan mulai menipisnya bahan baku yang mana akhir akan menyebabkan penghentian operaional perusahaan dan berdampak kepada meningkatnya angka pengangguran tenaga kerja.
• Penerapan Program DESA KONVERSI yang diluncurkan pemerintah untuk tujuan melestarikan kekayaan hayati dan ekosistem disekitar hutan agar dapat memberi manfaat yang sebesar – besarnya bagi mahluk hidup, keseimbangan alam dengan terjaganya rantai kehidupan dan makanan.

3. LOKASI INVESTASI
Lokasi yang dipilih untuk program investasi agri bisnis ini saat ini beroperasional di pulau Jawa dan selanjut menjadi prioritas perusahaan akan mengembangkan di pulau Sumatera dan Kalimantan serta tidak tertutup kemungkinan di wilayah lainnya terutama dalam segi pasca panen yakni pemasaran hasilnya.
Saat ini penanaman Jabon sudah dilakukan di Desa Cisalak , Desa Negara Jati, Desa Karangreja Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Seluas 100 Ha untuk tahap awal dan segera disusul tahap berikutnya.
Perusahaan juga melayani penjualan bibit dan pupuk serta jasa penanaman dan pemeliharaan.

4. PENAWARAN INVESTASI.
Investasi yang ditawarkan oleh perusahaan adalah INVESTASI KAYU JABON, dimana perusahaan menawarkan tanaman kayu Jabon mulai dari bibit, penanaman, perawatan serta pemeliharaan sampai menghasilkan / panen dan juga memasarkan hasil panen, diluar lahan untuk penanaman akan tetapi perusahaan dapat membantu untuk mencarikan mitra investor.

Untuk Investor akan menerima tanda bukti investasi dan untuk perkembangan usaha menerima laporan berkala secara berkelanjutan dari perusahaan kepada investor.

Adapun investasi tanaman kayu Jabon ini di tawarkan dengan konsep BAGI HASIL dan skim ditawarkan oleh perusahaan adalah sebagai berikut :
• Investor = 50 %
• Desa (Pemilik lahan) = 10 %
• Petani penggarap = 30 %
• CV. SJI sebagai pengelola = 10 %
• Total = 100 %

Investasi yang dibutuhkan untuk saat ini adalah sebesar Rp. 20.000.000,-
( dua puluh juta rupiah ) dengan jumlah tanaman Jabon per ha adalah antara 500 s/d 625 pokok dengan rincian pembayaran sebagai berikut :

No. Uraian Tahun ke Jumlah
1 Pembayaran I 1 Rp.10.000.000,-
2 Pembayaran II 2 Rp. 5.000.000,-
3 Pembayaran III 3 Rp. 5.000.000,-
T o t a l Rp. 20.000.000,-

Pembayaran dilakukan apabila berita acara penanaman dan perjanjian kerja anntara CV Saham Jabon Indonesia dengan Fihak Desa telah ada.
Perjanjian dilegalitas oleh notaris

5. MANFAAT INVESTASI
Potensi Penghasilan
Dalam kurun waktu 6 (enam) tahun di proyeksikan potensi pendapatan adalah dengan asumsi sebagai berikut :

- Assumsi harga jual Rp 1.000.000,- / M3
- Produksi Minimum 500 M3 / HA
A Pendapatan Total
- Penjualan Hasil Produksi 500 M3 Rp. 1.000.000,- Rp. 500.000.000,-
B Beban / Biaya
- Ongkos Tebang Rp. 40.000.000.,-
- Pengakutan ke Pembeli Rp. 50.000.000.,-
- Zakat dan Infak Rp. 50.000.000.,-
- Pajak Rp. 50.000.000.,-
- Lain -lain Rp. 10.000.000.,-
Total Beban Rp. 200.000.000.,-
C Hasil Bersih Rp. 300.000.000.,-
D Penghasilan Investor 50 % Rp. 150.000.000.,-

Beban / Biaya disesuaikan dengan kondisi saat tebang .
Bila pembeli melakukan tebang ditempat maka biaya tebang dan pengangkutan menjadi tanggung jawab pembeli.
Zakat & Infak besarnya sesuai dengan hukum islam atau keihllasan dari pemilik sedangkan pajak mengikuti peraturan yang berlaku.

E. Alokasi dari hasil Pendapatan Penjualan hasil produksi dalam rupiah dengan asumsi sebagai berikut :

Minimum Menengah Tertinggi
- Investor 50 % 150.000.000 200.000.000 250.000.000
- Desa ( Pemilik Lahan ) 10 % 30.000.000 40.000.000 50.000.000
- Petani Penggarap 30 % 90.000.000 120.000.000 150.000.000
- CV. Saham Jabon Indonesia 10 % 30.000.000 40.000.000 50.000.000
TOTAL 300.000.000 400.000.000 500.000.000

Extra Benefit
Keuntungan lainnya yang tidak dapat diukur / side effect value :
 Peningkatan penghasilan bagi para petani pengarap dan pemilik lahan.
 Meningkatkan fungsi lahan yaitu semula tidak produktif menjadi produktif
 Ikut serta dalam penghijauan Bumi Indonesia / Hijau Alam Lestari
 Kontribusi pendapatan negara dan juga masyarakat melalui Pajak dan Infaq & zakat
 Mengurangi efek Rumah Kaca dengan produksi Oxygen dari tanaman dan menjadikan GREEN LIFE yang di inginkan.

6. KONSULTASI
Konsultasi lebih lanjut mengenai prospek Usaha baik mengenai penanaman, perawatan dan lainnya yang berkaitan dapat menghubungi Contact Person kami yaitu :
Bagus Roedy 0813 7194 7799
Mochammad Romdhon 0813 1530 8499
Taslim 0813 7535 0988
Yanu Kurniawan 0813 7800 4181

SEMOGA SUKSES BERSAMA
DUNIA INVESTASI TANAMAN INDUSTRI KEHUTANAN

COMPANY DATA

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Pecandu Narkoba Polandia Balik ke Negaranya
Orang Polandia di Belanda yang kecanduan alkohol dan narkoba, akan...
Amsterdam, Taman Ria bagi Wisatawan
Penduduk Amsterdam menghadapi pilihan berat. Warga yang tinggal di pusat...
RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET