Kredit keuangan mikro ditujukan bagi kaum termiskin - seringkali perempuan di negara-negara berkembang - untuk mendirikan usaha sendiri. Itulah praduga saya.
Tapi ternyata itu salah. Karena di Belanda pun ada pinjaman kredit mikro. Mungkin bukannya untuk keluar dari kemiskinan, tapi untuk hidup independen dan mandiri.
Melalui telepon Arnold Hoek, 57 tahun, kedengaran antusias dan bersemangat. Pertanyaan pendek dijawabnya panjang lebar. Dia begitu antusias dengan perusahaan penyewaan solex di kota Markelo, provinsi Twente, sampai akhirnya mendapat pinjaman mikro April 2009 dan dapat mewujudkan impiannya.
Dia tidak keberatan masuk liputan. Dengan demikian dia bisa menunjukkan apa makna pinjaman kredit mikro baginya. Sebagai usahawan, dia senang perusahaannya mendapat publisitas gratis melalui liputan ini.
Juru kamera: Roland Kremer
Kami ada janji Kamis pagi, karena hari itu sekelompok perempuan menyewa sepeda solex untuk merayakan pesta bujangan. Pasti itu akan menghasilkan gambar-gambar menarik. Arnold tampak sangat antusias dan suka berbicara. Wajahnya berseri-seri kalau ia bercerita tentang penyewaan solex.
Idaman masa remaja
Bertahun-tahun ia tergantung dari tunjangan kaum tidak laik kerja dan pendapatan tambahan dari les menggambar yang diajarkannya. Tapi sekarang dia bisa mewujudkan impiannya, idaman masa remajanya berkat pinjaman kredit mikro, yaitu menyewakan Solex, sepeda hitam asal tahun 1960an yang roda depannya bermotor.
Tapi cuaca tidak selalu membantu. Di pagi hari matahari masih bersinar, tapi kadangkala hujan deras. Cuaca khas Belanda. Untung saja kelompok perempuan yang menyewa Solex tetap ceria. Para pengemudi Solex itu melambaikan tangan ke kamera sebelum lari cepat.
Arnold tampak senang sekali. Tapi karena sibuk dengan rekaman video dan cerita-cerita yang ingin disampaikannya kepada saya dan kelompok perempuan itu, Arnold lupa mengisi pebuh salah satu solex. Walhasil dia sendiri terpaksa naik Solex dan menarik balik Solex yang terdampar itu ke Markelo. Ini juga menghasilkan gambar-gambar yang indah.
Antusiasme
Tanpa pinjaman kredit mikro, Arnold Hoek pasti diam di rumah dan kemungkinan besar dia harus hidup dari tunjangan pemerintah. Akibat perceraian, keadaan keuangannya sangat tidak memadai dan ia juga tidak mempunyai rumah sebagai jaminan pinjaman. Di samping itu dia juga tidak berpeluang bagus di pasaran kerja, mengingat usianya sudah 57 tahun.
Bisa jadi bukan ini yang dimaksudkan putri Maxima selaku penasehat PBB urusan pinjaman keuangan mikro: memberikan kesempatan bagi kaum termiskin untuk memulai hidup baru. Karena uang pinjaman Arnold Hoek senilai 20 ribu euro. Tapi bagaimana pun juga, bagi Arnold Hoek pinjaman kredit ini memberikan masa depan yang lebih baik baginya sebagaimana halnya bagi kaum miskin di dunia berkembang.

























Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.