Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Senin 13 Februari RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET
Pendeta Jesse Jackson
Avatar John Tyler
Map
Den Haag, Belanda
Den Haag, Belanda

Jesse Jackson: Hilangkan Perbedaan di Belanda

Diterbitkan : 8 Februari 2010 - 1:18pm | Oleh John Tyler (Foto: ANP)
Diarsip dalam:

Pemerintah Belanda harus berusaha sebaik mungkin untuk menghilangkan perbedaan di antara rakyatnya.

Demikian dinyatakan pendeta kondang Amerika Serikat Jesse Jackson yang berkunjung ke negara kincir angin ini minggu lalu. Jackson yang juga aktivis hak-hak asasi manusia menambahkan, pemecahan masalah itu harus menjadi kebijakan nasional di Belanda.

Segregasi
Pendeta Jesse Jackson langsung bersemangat dan blak-blakan bila berbicara mengenai perbedaan atau desegregasi.

Jesse Jackson: "Segregasi harus menjadi suatu hal yang ilegal dan tidak dapat diterima. Kita harus melihat sesama manusia sebagai sesuatu yang berharga, bukan sebagai ancaman."

Aktivis HAM yang kondang, pendeta baptis dan mantan calon presiden Amerika Serikat tersebut berkunjung ke Belanda untuk berpidato sewaktu diskusi tahunan yang diselenggarakan Yayasan Martin Luther di Den Haag.

Tetapi kunjungan yang berlangsung di empat negara Eropa dan berlangsung selama empat hari ini terutama diisi dengan memberikan ceramah, menghadiri seminar dan bertemu dengan sejumlah kelompok pemuda Eropa. Jesse Jackson juga menyediakan waktu untuk berbicara langsung dengan Radio Nederland Wereldomroep.

Martin Luther King
Desegregasi adalah tema utama dalam kehidupan Jesse Jackson sebagai aktivis. Dia juga mendampingi Martin Luther King, aktivis HAM warga kulit hitam Amerika di tahun 60-an. Pada saat di mana negara itu masih mengalami pemisahan antara warga berkulit hitam dan putih di Amerika bagian Selatan.

Karena itu ia menasihatkan Belanda untuk mengintegrasi warga minoritas mereka secara aktif, terutama lewat sekolah-sekolah. Jackson juga datang pada saat yang tepat. Saat ini di Belanda berlangsung debat hangat mengenai pentingnya membicarakan desegregasi di sekolah-sekolah dasar, dan bagaimaan cara terbaik untuk menyampaikannya.

Ini terutama sulit karena sekolah-sekolah Belanda bebas menentukan sistim pelajaran mereka, dan tidak banyak sekolah yang mau menerima campur tangan negara dalam menentukan mata pelajaran yang diberikan.

Pendeta Jackson mengatakan, pemerintah harus berusaha sebaik mungkin untuk menghilangkan perbedaan di sekolah-sekolah. Ini memang bukan proses yang mudah. Di Amerika berbagai warisan masa lalu mendorong sekolah-sekolah untuk melakukan desegregasi. Tetapi, menurut Jackson, ini membuahkan hasil di jangka panjang.

Bom waktu
Salah satu dampak dari segregasi menurut Jesse Jackson, masyarakat etnik ada yang merasa terstigmatisasi dan kemudian diisolasi.

Jesse Jackson: "Apabila kita membiarkan orang hidup dalam isolasi, dan kemudian mereka merasa ditinggalkan, maka kamu menciptakan bom waktu kamu sendiri."

Itulah yang menjadi kekhawatiran banyak orang Belanda setelah pembunuhan sineas Theo van Gogh, oleh seorang pemuda keturunan Maroko, November 2004 lalu. Tetapi pesan pendeta Amerika ini adalah, apabila menyangkut integrasi, maka kita harus tetap optimis.

Ia sangat kagum akan anak-anak muda Belanda dari berbagai kelompok etnik yang ditemuinya di Den Haag dan Amsterdam, dan usaha mereka untuk hidup bersama. Selain itu Jackson juga sangat terkesan pada Belanda secara keseluruhan.

Jesse Jackson: "Kalian punya semua bahan yang dibutuhkan. Jadi tidak ada alasan mengapa masyarakat Belanda tidak menjadi nomor satu, apabila anda berusaha keras mencapai hal tersebut."

Barack Obama
Jesse Jackson juga sangat mendukung penerimaan dunia akan Mahkamah Pidana Internasional di Den Haag. Ia mengatakan pengadilan itu ada di negara yang tepat, dan berharap Amerika Serikat, di bawah pimpinan Barack Obama, suatu saat akan menjadi anggota penuh mahkamah tersebut.

Ia juga mendukung inisiatif Belanda untuk membersihkan sektor perbankan dari pemberian bonus yang di luar batas. Kampanye terakhir Jackson di Amerika terutama dipusatkan pada para direktur bank, yang dituduhnya menyalahgunakan bantuan pemerintah untuk memperkaya diri.

Dan yang terakhir Jesse Jackson sangat menghargai sambutan yang diterimanya di Belanda, dan berharap dapat kembali beberapa kali.


Jackson on Obama

Jesse Jackson saat ini adalah pendukung setia Barack Obama. Sewaktu kampanye pemilu Obama, ia pernah berkata: "Saya ingin memotong buah zakarnya," di mikrofon yang tidak ia sangka sedang menyala. Jackson menyesali pernyataan itu, tapi menambahkan sesama teman bisa saling berbeda pendapat.

Nasihat terakhirnya untuk sang presiden, adalah menyederhanakan pesan-pesannya. Karena sekarang Obama masih dianggap 'setengah presiden, setengah lagi profesor'. Obama harus belajar dari pendahulunya, Franklin Roosevelt yang menjanjikan tiap warga Amerika untuk punya pekerjaan dan bisa makan daging ayam.

Tetapi aktivis HAM ini tidak sependapat dengan Obama dalam soal Afghanistan. Ia menasihatkan pemerintah Belanda untuk menarik mundur tentaranya. "Ini sebuah tindakan yang berisiko tinggi. Saya malah menasihatkan untuk berusaha meminimalisasi pengaruh di Afghanistan."

 

Diskusi

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Pecandu Narkoba Polandia Balik ke Negaranya
Orang Polandia di Belanda yang kecanduan alkohol dan narkoba, akan...
Amsterdam, Taman Ria bagi Wisatawan
Penduduk Amsterdam menghadapi pilihan berat. Warga yang tinggal di pusat...
RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET