Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Senin 13 Februari RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET
Avatar Elles van Gelder
Map
Capetwon, Afrika Selatan
Capetwon, Afrika Selatan

Afrika Selatan Peringati Pembebasan Nelson Mandela

Diterbitkan : 7 Februari 2010 - 9:23am | Oleh Elles van Gelder (www.rnw.nl)
Diarsip dalam:

Karena penuh sesak, remaja kulit hitam Dan Plato tidak bisa mencapai lapangan di mana Nelson Mandela menyampaikan pidato pertamanya pada Februari 1990. Sesudah 27 tahun di penjara, pejuang anti apartheid Afrika Selatan ini akhirnya dibebaskan. Afrika Selatan masih jauh dari sempurna, tapi Plato sementara ini telah menjadi walikota Capetwon.

Seorang ibu penjual, Dorothy Williams (62 tahun) masih ingat dengan jelas. Di lapangan tempat warung jamunya berdiri, ia mengatakan melihat Nelson Mandela untuk pertamakali dalam hidupnya dua puluh tahun silam. 'Saya berdiri di atas tong sampah untuk bisa melihat sepintas. Sesudah 27 tahun, akhirnya kami memiliki harapan baru akan masa depan'.
 

Tanggal 11 Februari 1990, Nelson Mandela bersama mantan istrinya Winnie, keluar dari penjara. Di balkon kota praja di Capetwon, ia menyampaikan pidato pertamanya serta berterima kasih kepada lima puluh ribu pendukungnya.


Rasa campur aduk

'Pidato yang tidak akan pernah saya lupakan', kata Craig Hepburn, 47 tahun, yang pada waktu itu juga hadir di sana. 'Tapi itu tidaklah penting. Kami ingin melihatnya'. Baginya, sebagai seorang kulit putih, pengalaman yang dirasakannya berbeda dari Williams yang kulit hitam. 'Suasana terasa tegang. Ada banyak tersimpan kemarahan akibat apartheid. Saya memiliki perasaan campur aduk karena saya takut pembebasannya itu akan menyulut perang saudara. Tapi Mandela mengatakan: 'Marilah kita bangun bersama negeri ini'.
 

Di tahun-tahun selama di penjara, Mandela merupakan satu dari sejumlah tahanan terkenal di dunia. Tanggal 12 Juni 1964, ia dijatuhi hukuman antara lain karena menyelenggarakan revolusi kekerasan dan sabotase. Sebagian besar hidupnya dihabiskan di penjara Pulau Ruben, lepas pantai Capetown.

Pidato bersejarah
Pelepasannya datang pada 2 Februari 1990 oleh Mantan Presiden F.W. de Klerk. Dalam pidato bersejarah di depan parlemen, ia mencabut larangan terhadap Partai Kongres Nasional Afrika (ANC) serta gerakan revolusioner lainnya, dan mengumumkan pembebasan semua tahanan politik, termasuk Mandela.
 

De Klerk menyadari tidak ada jalan lain. Sanksi menyebabkan Afrika Selatan dikucilkan dan dengan berakhirnya Perang Dingin, pemerintahan Partai Nasional tidak mendapatkan dukungan lagi dalam perjuangan melawan ' para komunis' dalam ANC. Di samping itu, ia berpendapat ANC sudah lemah karena tidak mendapat dukungan lagi dari Uni Sovyet.

Lupa kacamata
Sembilan hari sesudah pidato De Klerk, Mandela dibebaskan. Pada hari itu William dan Hepburn harus menunggu lama sebelum Mandela tiba di lapangan kota praja. Sejumlah pendukungnya menjarah toko-toko dan bentrok dengan polisi. Tapi di senja hari, semua mata tertuju ke balkon di mana Mandela berdiri. Ia harus meminjam kacamata dari istrinya Winnie untuk bisa membaca pidatonya. Kacamatanya sendiri ketinggalan di penjara.
 

Amandla
'Hari ini, mayoritas warga Afrika Selatan, hitam dan putih, mengakui tidak ada lagi masa depan bagi apartheid', kata Mandela. 'Perjalanan kita menuju kebebasan tidak bisa lagi ditarik mundur.' 'Itulah intinya bahwa kita bebas, bisa pergi dan berdiri di mana kita kehendaki', kata ibu penjual jamu Williams. 'Ketika Mandela meneriakkan slogan 'Amandla', saya menangis'.
 

Walau demikian, negeri ini masih harus menantikan demokrasi selama bertahun-tahun, kata Dorothy Williams.'Sekarang, dua puluh tahun kemudian, Afrika Selatan masih jauh dari sempurna. Seolah-olah para pemimpin saat ini lupa siapa yang melakukan perjuangan. Kami, para buruh. Penghasilan saya tidak banyak, pengangguran masih banyak dan juga kejahatan'.

Sesudah masa peralihan cukup lama, dengan perundingan antara rejim apartheid dengan ANC serta penyusunan undang-undang dasar baru, Mandela menjadi presiden terpilih pertama lima tahun sesudah pembebasannya. Sesaat sebelum itu, ia bersama dengan De Klerk menerima hadiah Nobel Perdamaian.

Kata-kata rekonsiliasi
Dan Plato, walikota Capetown saat ini, memandang ke luar jendela kamar kerjanya. Kota praja terletak persis di seberang kota praja lama di mana Mandela menyampaikan pidato. Pada waktu itu, Plato tidak bisa mencapai lapangan karena penuh sesak. 'Waktu itu saya menganggap mustahil bahwa saya akan berdiri di sini sebagai wali kota. Saya adalah seorang aktivis politik di masa itu".

Tetapi bagi Plato, masa depan baru menjadi mungkin sesudah pembebasan Mandela. 'Dari pidatonya, saya ingat terutama kata-kata rekonsiliasinya serta kerja sama menuju masa depan yang lebih baik. Bagi saya sebagai pemimpin kota yang penuh tantangan ini, kata-kata itu masih tetap relevan saat ini'.

Foto: Craig Hepburn mendengarkan imbauan Mandela untuk membangun Afsel.

Diskusi

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Pecandu Narkoba Polandia Balik ke Negaranya
Orang Polandia di Belanda yang kecanduan alkohol dan narkoba, akan...
Amsterdam, Taman Ria bagi Wisatawan
Penduduk Amsterdam menghadapi pilihan berat. Warga yang tinggal di pusat...
RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET