Kendati banyak keterangan tentang flu Meksiko, tetap saja masih ada pertanyaan yang belum terjawab.
Mulai hari ini, setiap dua pekan sekali Radio Nederland Wereldomroep mengajukan beberapa pertanyaan kepada Profesor Ab Osterhaus seputar flu Meksiko. Osterhaus bekerja di Erasmus Medisch Centrum, Rotterdam. Ia juga Ketua Pusat Influenza Nasional untuk Organisasi Kesehatan Dunia WHO di Belanda.
Pertanyaan pertama kepada Osterhaus adalah tentang produksi vaksin yang dapat menangkal virus flu Meksiko. Kapan vaksin ini tersedia?
Sampai saat ini virus H1N1 merupakan varian ringan dari virus influenza biasa. Pasien biasanya mengalami gejala-gejala yang biasa seperti lelah, nyeri pada persendian tulang dan tanda-tanda tidak enak badan lainnya.
Penyembuhan terbaik adalah tinggal di rumah dan banyak beristirahat sampai sembuh. Jika seseorang terserang penyakit flu Meksiko, maka obat antiviral Tamiflu akan bisa menyembuhkan pasien.
Namun pertanyaannya adalah untuk siapa obat ini tersedia?
Ada bahaya bahwa obat Tamiflu dapat merubah virus H1N1 dan membuat tubuh kebal terhadap obat antiviral tersebut. Jadi sangat penting cepat mengembangkan vaksin.
Menurut virolog, Profesor Osterhaus, penggunaan masker untuk melindungi diri terhadap flu Meksiko, bukanlah cara yang baik. Hanya masker khusus Class Two Mask yang baik. Namun itu tidak bisa digunakan setiap hari.
Osterhaus prihatin dengan persediaan vaksin atau obat antiviral di negara-negara berkembang. Menurutnya negara-negara maju sebaiknya berbagi persediaan obat dengan negara-negara miskin.



















Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.