Radio Nederland Wereldomroep dan NRC Handelsblad masuk nominasi penghargaan jurnalistik De Loep, karena berhasil mengungkap kasus pelecehan seksual di gereja Katolik-Roma.
Penghargaan ini setiap tahunnya diberikan oleh Persatuan Jurnalistik Penelitian Belanda dan Flandria.
Robert Chesal dari Radio Nederland Wereldomroep bekerja sama erat dengan Joep Dohmen dari NRC Handelsblad. Mereka berhasil membongkar banyak fakta mengenai pelecehan seksual yang terjadi di dalam gereja Katolik-Roma di Belanda.
Juri menyatakan, "Dengan cara yang sangat baik Dohmen dan Chesal menegaskan bahwa hal yang sudah terungkap di negara lain, terjadi juga di Belanda: pelecehan seksual oleh para pastor gereja Katolik-Roma. Pelecehan ini sudah dari dulu terjadi dan berlangsung secara secara struktural."


















mana nih Anonymous Netherlands pembela Belanda? Koq diem?
Manusia adalah mahluk hidup yang paling sempurna di bumi, diatas hewan dan tumbuhan.
Manusia diberi akal pikiran dan budi pekerti yang lebih tinggi dari pada hewan, apalagi terhadap tumbuhan.
Namun toh demikian masih ada juga manusia yang mempunyai sisi-sisi perilaku hewan.
Dengan usaha para jurnalis yang tak kenal lelah, manusia yang memiliki sisi-sisi hewan terungkap.
Selamat untuk jurnalis RNW, maju terus pantang mundur.
.
pelecehan apa saja... tetap tidak bermoral !!! tidak bisa dibiarkan. Pelecehan seksual itu juga harus dipertanggung-jawabkan oleh individu atau oknum yg melakukannya. Nafsu hewani itu menjadi masalah dari jaman dulu kala.... dan tidak boleh dibiarkan. Sayang sekali tidak jarang ada juga oknum2 yang terlibat pelecehan seksual itu punya fungsi dalam suatu institusi agama. Ini ditemukan hampir dimana-mana. Di Indonesia juga ada sederetan kasus seperti itu dari masa ke masa..dannn ada saja oknum2 yang mempunyai fungsi-fungsi keagamaan, tapi hal itu sama sekali bukan institusi agamanya...itu urusan individu sendiri!!! Umat di Indonesia memang hebat: karena tahu mana yang urusan pribadi dan mana yang institusional. Berita dari belanda ini kan mengibar-ngibarkan institusinya bukan individunya....apa itu bukan pelecehan institusional berbaju jurnalistik, untuk mencari simpati pihak tertentu. Jelas itu sentimen insitusional. Ayo semangat RNW coba aja buat di indonesia...siapa tahu dapat penghargaan baru...
Memang manusia itu tidak sempurna .. Tapi .. ingat tidak kasus beberapa bulan yang lalu di jakarta .. menghiasi beberapa media di indonesia. Ditemukan mayat seorang kulit putih berkebangsaan belanda di dalam sebuah mobil kalo tidak salah .. pelakunya sudah tertangkap .. seorang anak muda .. bahkan masih muda sekali. Pada saat diinterogasi polisi, pria muda inipun bercerita .. bahwa dia hampir diperkosa oleh pria belanda ini .. awalnya ditawari kerjaan. Pria muda ini berontak dan akhirnya terbunuhlah si belanda ini. Polisi juga menemukan beberapa barang bukti di rumah dan mobil si pria belanda ini .. barang bukti tersebut : foto2 anak pria bugil dan juga video porno anak2 pria ...
Dan kalo tidak salah .. kejadian ini juga pernah terjadi di daerah jawa beberapa tahun yang lalu .. pelaku kejahatannya.. dari belanda juga ...
berarti bangsa Indonesia lebih pintar dalam memilah-milah kasus-kasus pelecehan seksual oknum pemuka agama di bandingkan di Belanda. Orang-orang di Indonesia tau memilah mana persoalan pribadi dan mana persoalan insitusi agama. Kasus pelecehan seksual seperti itu memang ada dari saat ke saat yang tidak boleh ditolerir dan itu adalah kasus pribadi bukan kasus institusi agama. jadi sama begonya yang memberi dan menerima penghargaan itu, untung nda ada yg kayak gitu di indonesia. I love Indonesia...
Saya tidak yakin itu ada dalam suatu institusi agama, misalnya di Indonesia walaupun banyak oknum punya masalah hukum tentang pelecehan seksual, yg termasuku tokoh agama, tapi umat melihat itu sebagai persoalan pribadi. Memangnya agamanya mengajarkan atau membenarkan pelecehan seksual itu. Itu adalah urusan pribadi. Jadi bagi saya penghargaan itu hanyalah suatu sentimen institusional, bukan lebih pada kasusnya. Inilah bukti nominasi PEMERKOSAAN institusi, berbaju jurnalistik! Saya tetap yakin sampai kapanpun institusi agama Kristen manapun tidak akan pernah mentolerir pemerkosaan/pelecehan dalam bentuk apapun. Tapi inilah dunia, ada oknum2 manusia yg ingin "membelokkan" kenyataan untuk kepentingan pihaknya, dan agar dapat simpati dari pihak2 tertentu.
Pratekk2nya Sodoma dan Ghomora di dlm institusi Gereja2 di bumi ini tak lagi kabar baru bagi kita umat manusia ini. Pratek setan2 itu sudah di tafisirkan bahwa mereka yg pd saat ini menjadi aktor kriminil pedofili dan pratek2 imoral yg berkaitan dg relasi sex dan sifat abnoram lain2nya itu semua dari bapaknya mereka Lucifer, malaikat jahat yg telah menangkat tangan melawan TME dan akhirnya setan malaikat itu di ukum oleh TME lalu masuk ke neraka api di sebelah sorga di universe ini.
TME telah menyatak tk ada seorang manusia di bumi ini adalah kudus seratus percent. Siapa yg mah kudus hanya TME saja. Oleh karena itu kita tk ada kuwatir lagi dg berita2 itu, karena mereka sebagai manusia yg tk sempurna dg natur yg seperti lain manusia sama dg dia wajar melakukan dosan2nya, tetapi jkalau dg pedofili kita harus waspadai dan jaga ketak dan menghawasi pratek2nya sih yg beraliran setan2 itu dan masuk penjara tanpa beduli apapa.
Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.