PWI, Perkumpulan Warga Indonesia di kota Almere, provinsi Flevoland, Belanda, bermaksud memperkenalkan multibudaya Indonesia di negeri kincir angin. Siapa saja yang berlatar belakang Indonesia, bisa menjadi anggota PWI. Menjelang bulan ramadhan, PWI bersilahturami bersama anggotanya menyambut bulan puasa.
Lihat juga artikel terkait: PWI Jembatan Persahabatan di Almere


















Selamat hari raya idul fitry, saya melihat Ibu Ratna rara dosen favorite ku(dosen PR and Management) di saat kuliah dilombok vidio ini dimanakah gerangan? sudah lama hilang kontak saya kestury bekas mahasiswa ibu, Ibu Ratna masih tetap kelihatan cantik masih tetap seperti dulu, semoga ibu membaca pesan saya ini dan kontak balik ke saya please,...mantan2 mahasiswa ibu ikung,xau syukur, ketut, melan dll semuanya pada berhasil ibu...sekali lagi semoga ibu membaca pesan ini, turut salut berdirinya PWI..hidup PWI...
Lagi berita bagus dari Ranesi, memperlihatkan suasana damai, aman dan nyaman di Belanda. Bulan ramadan, Idul Fitri, Natal, Paskah di Belanda, seperti tahun-tahun sebelumnya, tak memerlukan Operasi Ketupat atau Operasi Lilin (pengawalan oleh belasan ribu anggota polisi/tentara) seperti terjadi setiap tahun di Jakarta/Indonesia, sebab tak ada yang ingin mengganggu umat beragama di Belanda. Agama mengajarkan perdamaian, Belanda juga mengajarkan perdamaian. Bahwa ada Geert Wilders yang anti Islam bukan berarti kehidupan muslim di Belanda terancam, sama sekali tidak, lihat saja betapa entusiasnya PWI di atas mengajak warga Indonesia ber-ramadan. Suasana damai di Belanda ini juga berkat Geert Wilders dan 1,5 juta pendukungnya yang amat anti kekerasan, juga kekerasan terhadap muslim di Belanda. Ada baiknya di awal ramadan ini kita merenungi ajaran Ahmadiyah 'Liefde voor iedereen, haat voor niemand' (cinta untuk semua orang, benci tidak untuk siapa-siapa). Terima kasih kepada Ranesi yang menyiarkan berita ramadan yang penuh damai di Belanda ini, semoga bisa ditiru oleh orang Indonesia di Indonesia, dalam arti Natal dan Paskah tak perlu lagi dikawal oleh belasan ribu anggota Polri/TNI. Amin.
saya sebagai bangsa yang merdeka sangat salut dengan semangat kawan kawan yang ada di suriname,kalaupun pada waktu sebagai budaknya belanda yang diperas tenaganya untuk keuntungan belanda,namun sekarang zaman sudah berubah,orang orang budak dulu sudah menjadi orang kalupun keinginan tinggal di suriname tidak diinginkan,anggaplah di Jawa maupun di suriname cuma sekedar untuk mencari makan.
Gazebo énté ! Merdeka pule. Wakakaka.
Hidup Dibelanda dan dimanapun tempat kita merantau bersilaturahmi dengan sesama adalah moment yg indah, adanya rasa persaudaraan dengan sesama membuat kita tidak sendri,jauh dari keluarga dan handaitulan, ibaratkan jaman kapitalis siapa kuat itu dapat, disini kita dituntut bekerja keras dan secara tidak sadar kita tidak punya waktu untuk diri sendiri tapi dengan kebersamaan dengan adanya rangkaian kegiatan dalam menggerakan saudara2 kita sehingga kita bisa saling bersilahturahmi dengan yg lainnya seperti pepatah mengatakan tak kenal maka tak sayang mari kita bersatu memajuka PWI serta tak terhingga saya ucapkan selamat menjalankan ibadah puasa ramadhan sucses selalu menyertai...salam..
Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.