Dalam dunia gamelan, baik di Sunda, Jawa maupun Bali, peran kaum hawa tidak menentukan. Paling banter mereka bertugas sebagai apa yang di Jawa disebut sindhèn alias penyanyi utama. Tapi di Belanda, ada perempuan yang memimpin kelompok gamelan.
Elsje Plantema bahkan seorang guru gamelan. Dia bisa memainkan hampir semua perangkat gamelan, baik itu rebab yang digesek, siter yang dipetik, peking yang ditabuh atau kendang yang ditepuk.
Dengan prestasi ini Elsje Plantema dianugerahi hadiah Profesor Teeuw Prijs 2011. Bagaimana latar belakang Ibu Elsje bisa seperti sekarang dan bisakah itu dikatakan melanggar pakem atau tradisi gamelan sendiri?


















Salut dan bangga serta terimakasih pada Ibu Elsje Plantema, juga para pecinta dan pelaku seni tradisi Indonesia dari luar negeri yang sangat banyak sekali.
Hal yang sangat menyedihkan (menurut kacamata saya) banyak terjadi di negeri sendiri (Indonesia) dimana banyak anak muda (yang terpelajar) saat ini lebih mengidolakan seni budaya "modern" dan bahkan tidak mengenal kekayaan seni tradisi sendiri.
Mudah-mudahan tulisan di atas dapat menjadikan motivasi bagi saya khususnya dan generasi muda untuk dapat lebih mengenal dan lebih mencintai seni budaya Indonesia, yang diakui dan dicintai oleh orang lain.
Saya mohon maaf apabila ada kata-kata yang salah.
Terima kasih.
Juned Junaedi
http://www.catatanjuned.com/
Sangat salut kepada ibu Elsje...
Ibu Elsje Plantema yang budiman, Ibu telah tersihir oleh energi yang ada didalam gamelan. Sebagai orang Jawa, saya bangga sekaligus terharu, Ibu kerso mendalami gamelan. Ini panggilan Bu. Tak bisa ditolak.Ada wanita Amerika yang juga tiba2 terpanggil untuk menari Bedoyo. Dimana bahkan wanita2 Jawa pun tidak bisa. Baik teknis maupun mental nya.
Di Jerman ada Ibu Tieneke Abt di kota Siegen. Beliau dan suaminya juga guru Gamelan. Pasti menarik untuk tukar pengalaman.
Dalam hal sebagai leader di dalam karawitan, dalang2 Wanita juga sudah ada. Tetapi benar kata Ibu, hal tsb tidak perlu dijadikan tema.
Di dunia Agama, juga baru Kristen Protestan yang mempunyai pimpinan Ibadah nya Wanita.
Salam pangkur palaran. nuwun..
Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.