"Saya kembali merasa utuh sebagai wanita karena memperoleh kembali apa yang dirampas dari saya." Stéphanie (30) memperoleh kembali klitorisnya setelah menjalani bedah selama kurang dari setengah jam.
Tujuh puluh persen perempuan di Burkina Faso, Afrika Barat, dikhitan pada usia sangat muda. Ini berdampak terhadap kenikmatan seks perempuan di usia dewasa.
Kini, semakin banyak perempuan Burkina Faso mengikuti contoh Stéphanie: mereka ingin operasi pemulihan klitoris. Untuk sementara hanya perempuan kaya yang mampu menanggung biaya itu, yang mencapai 120 euro atau sekitar 1,5 juta Rupiah.
Wartawati Belanda, Femke van Zeijl, mengikuti Stéphanie saat dioperasi.


















Khitan biasanya dilakukan dikalangan orang yang beragama Islam. Apakah perempuan yang menjalani operasi pemulihan klitoris ini beragama Islam ?
Jika ia beragama Islam, kenapa sudah melakukan hubungan sex dengan pacarnya? Bukankah hal ini akan dapat menimbulkan kesan negatif terhadap operasi pemulihan klitoris?
Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.