Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Jumat 25 Mei RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET
Avatar Redaksi Indonesia

Most Wanted: Dawit Isaak

Diterbitkan : 8 April 2010 - 2:11pm | Oleh Redaksi Indonesia (Foto:IDTV)
Diarsip dalam:

Dawit Isaak, wartawan yang ditahan lebih dari delapan tahun di Eritrea harus diberi proses pengadilan yang adil, kata anggota parlemen Swedia Eva-Britt Svensson, menyusul pertemuannya dengan pejabat tinggi Eritrea di Brussel.

 

 "Pejabat tinggi Eritrea itu mengatakan, setiap warga Eritrea harus mendapat proses yang adil, dan Bapak Isaak akan diberi proses pengadilan", kata Svensson.

Svensson, anggota parlemen Uni Eropa di Brussel asal Swedia, 12 April lalu bertemu dengan Girma Asmerom Tesfay, duta besar Eritrea untuk Belgia. Juru bicara Svensson mengatakan, duta besar pada pertemuan tidak memberikan detil lain soal Isaak, atau kapan proses akan dimulai.

 


Sejak September 2001 Dawit Isaak (1964), wartawan Swedia-Eritrea, dipenjara di Eritrea. Dawit melarikan diri di saat perang saudara melanda negerinya dan Swedia menjadi tanah air baru. Sampai kemerdekaan Eritrea. Ketika itu dia pulang ke Asmara, kota kelahirannya. Dia menikah dan dikaruniai tiga orang anak. Dan mendirikan Setit, harian independen pertama.

Kasus Dawit Isaak

Nama: 
Dawit Isaak
Profesi:
wartawan
Dipenjara di:
Eritrea sejak September 2001
Vonis: 
tidak diketahui

 

Lembaran fakta Eritrea:
Ibu kota: Asmara
Kepala negara dan pemimpin pemerintah: Isaias Afewerki
Penduduk: 5,5 juta
Agama: Islam (50%) dan Kristen (50% )
Hukuman mati: dalam praktiknya dihapus

Tahun 1998 perang pecah antara Eritrea dan Etiopia. Dawit hengkang ke Swedia bersama keluarganya. Tapi April 2001 Dawit memutuskan kembali ke Asmara – kali ini sendirian. Dia ingin turut membangun Eritrea yang demokratis dan hakul yakin budaya media yang terbuka dan bebas bisa membantu mencapai keinginannya. Menjelang keberangkatannya, di saat menikmati acara perpisahan di Swedia, Dawit berkata: ‘I am going to make democracy’. (Saya akan menciptakan demokrasi)
 

Melalui hariannya, Dawit mengkritik Presiden Afewerki dan cara berlangsungnya pemilihan. September 2001 Dawit ditangkap, bersama tiga belas politisi dan sepuluh wartawan. November 2005 dia dibebaskan tapi ditangkap lagi tiga hari kemudian. Sejak itu tidak ada kontak dengan Dawit dan dikhawatirkan dia disiksa.

Saudaranya di Swedia, Esayas Isaak, berupaya sekuat tenaga membebaskan Dawit. Dalam hal ini dia didukung luas oleh media Swedia. Harian Swedia Expressen misalnya aktif mendukung kampanye Free Dawit. Klab sepakbola Esayas, Örgryte, dan suporternya juga mendukung Esayas dalam upaya membebaskan saudaranya.   

Terbaru

Sering dikunjungi

Ahmad Taufik bersama Xanana Gusmão di penjara Cipinang

Gerilyawan Serem dan Tapol Orde Baru

Orde Baru lahir sebagai rezim tapol. Begitu berkuasa, rezim otoriter ini sudah memenjara orang, bukan karena...
Hands Behind Prison Bars

Mereka Bukan Penjahat: Mengenang Tapol Orde Baru

Di zaman Orde Baru dulu, penjara Indonesia disarati tahanan politik, kalangan yang dipenjara karena keyakinan...

Diskusi

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Stedelijk Museum Amsterdam Dibuka untuk Pers
Stedelijk Museum di Amsterdam dibuka untuk pers Rabu (09/05), setelah...
Terapi Virtual untuk Korban Pelecehan Seksual
Tim psikolog Universitas Erasmus Rotterdam, Belanda, menggunakan...
RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET