Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Jumat 25 Mei RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET
Avatar Redaksi Indonesia

Most Wanted: Azam Farmanov

Diterbitkan : 15 April 2010 - 11:37am | Oleh Redaksi Indonesia (RNW)
Diarsip dalam:

 

Azam Farmanov (1978) adalah kepala Human Rights Society of Uzbekistan (HRSU), wilayah Sirdaria. Karena membela hak atas tanah petani – yang menuduh otorita pertanian lokal melakukan pemerasan, kebijakan yang salah dan korupsi – dia ditangkap 29 April 2006.
 

Kasus Azam Farmanov

Nama:
Azam Farmonov
Profesi:
pemimpin organisasi HAM Uzbekistan - kawasan Sirdaria
Dipenjara di:
Uzbekistan sejak April 2006
Vonis:
9 tahun penjara

Lembaran fakta Uzbekistan

Ibu kota: Tashkent
Kepala negara: Islom Karimov
Pemimpin pemerintah: Shavkat Mirzioiev
Penduduk: 27,8 juta
Agama: Islam (88%)
Hukuman mati: dihapus untuk semua kejahatan

Azam adalah menantu Talib Yakubov, pendiri dan pemimpin HRSU. Azam dipaksa menghentikan kegiatannya demi HAM, menjauhkan diri dari mertua dan menceraikan istrinya Ozoda. Dia menolaknya. Azam dihukum penjara 9 tahun.
 
Azam Farmanov dipenjara di Yaslik – salah satu kamp tahanan terburuk di Uzbekistan. Ketika istrinya menjenguknya, dia mengatakan disiksa, dipukul dan dihina. Azam punya dua anak, perempuan dan laki-laki. Anak laki-laki lahir seminggu setelah Azam ditangkap. Pertemuan pertama mereka berlangsung di penjara.
 
Bapak mertua Talib Yakubov terpaksa melarikan diri dari Uzbekistan gara-gara kegiatannya dan sekarang hidip di pengasingan di Prancis. Walaupun kesehatannya rapuh, dia tetap gigih mencari perhatian untuk HAM di Uzbekistan dan nasib Azam.  

Terbaru

Sering dikunjungi

Ahmad Taufik bersama Xanana Gusmão di penjara Cipinang

Gerilyawan Serem dan Tapol Orde Baru

Orde Baru lahir sebagai rezim tapol. Begitu berkuasa, rezim otoriter ini sudah memenjara orang, bukan karena...
Hands Behind Prison Bars

Mereka Bukan Penjahat: Mengenang Tapol Orde Baru

Di zaman Orde Baru dulu, penjara Indonesia disarati tahanan politik, kalangan yang dipenjara karena keyakinan...

Diskusi

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Stedelijk Museum Amsterdam Dibuka untuk Pers
Stedelijk Museum di Amsterdam dibuka untuk pers Rabu (09/05), setelah...
Terapi Virtual untuk Korban Pelecehan Seksual
Tim psikolog Universitas Erasmus Rotterdam, Belanda, menggunakan...
RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET