Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Jumat 25 Mei RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET
Avatar Junito Drias

Monumen Pertempuran Tarakan Diresmikan di Belanda

Diterbitkan : 20 Januari 2012 - 5:27pm | Oleh Junito Drias (Foto: Screenshot Ranesi)
Diarsip dalam:

Perangnya di perairan pulau Tarakan, Indonesia, tapi monumennya justru ada di Belanda. Sejumlah keluarga korban didukung yayasan makam pahlawan Belanda, berinisiatif membuat tugu peringatan itu di Taman Makam Pahlawan Loenen, Belanda tengah.

Pertempuran Tarakan disebut sebagai Pearl Harbour-nya Indonesia. Pada tanggal 19 Januari 1942, rombongan kapal perang (dua di antaranya kapal penyapu ranjau) Jepang masuk perairan pulau di Laut Sulawesi tersebut. Pasukan artileri Hindia Belanda tidak tahu bahwa sebenarnya pemerintah Belanda di Pulau Tarakan sudah menyerah.

Pasukan yang waktu itu bertugas menjaga ladang minyak, dengan meriam artileri, berhasil menenggelamkan dua kapal penyapu ranjau. Namun pasukan Jepang, kemudian berhasil menaklukkan perlawanan.

Sekalipun sudah menyatakan menyerah, 215 tentara Hindia Belanda di pulau Tarakan, tetap dieksekusi pasukan Jepang di atas kapal, dan jasadnya dibuang ke laut. Tujuh puluh persen korban lahir di Indonesia (dulu Hindia Belanda) dan 125 korban hingga kini belum diketahui namanya.

Sanak saudara -kebanyakan warga Indo Belanda- sangat menyambut baik tugu peringatan pertempuran Tarakan, karena kini mereka punya tempat untuk meletakkan bunga dan mengenang para korban. 

Diskusi

Anonymous 27 Januari 2012 - 12:20pm

Belanda Penjajah SEMPRUL........ Negara paling Brengsek.....kampret....

fitra 25 Januari 2012 - 8:57am / indonesia

sangat bangga sebagai warga negarar Indonesia saya

Anonymous 21 Januari 2012 - 10:25am / Indo Jawa

Itukan, apa saja Jawa. Jadi Indonesia itu sesungguhnya JAWA. Tidak ada yang lain, semuanya JAWA. Perkosaan amoi amoi 1988 sampai 2000 di Jakarta = Jawa. Pembunuhan PKI Jawa, parang dengan Indonesia, Jawa. Resmikan monumet parang dengan Jepang di Tarakan, Jawa. KKN di Jawa, RRI dan TVRI semuanya Jawa. UUD 1945 dan KUHP 1958 Jawa. mengganti RIS menjadi NKRI Jawa. Jiwa terbanyak Indonesia JAWA. Mentransigrasi rekyat seenak maunya asalnya dari jawa dan semuanya dari Jawa. Baca ambon.com no.56755 hari ini dan Sukarno dan Suharto adalah kedua sejoli asal Jawa dan itulah Indonesia. Indonesia itu Jawa. Yang membuat siaran berita di RNW di Belanda adalah Jawa tentang Monument Tarakan ini, adalah asalnya dari Jawa Indonesia. Indonesia itu Jawa. Yang membuat tipudaya tentang Indonesia itu, adalah Jawa. Semuanya Jawa.

Anonymous 23 Januari 2012 - 4:36pm

bukanya Tarakan itu nama kota pulau di kalimantan timur utara ? pasti kamu ngomong tanpa informasi !

user avatar
Junito Drias 23 Januari 2012 - 5:08pm
Anonymous 22 Januari 2012 - 3:30pm

Jawaphobia yang menyedihkan, kalah perang, penakut, pecundang yang kerjanya hanya mencaci maki!!, kasihan deh lu.

mbahPure 20 Januari 2012 - 6:56pm

Wakakak pemerintah indonesia malu dong. masa belanda lebih menghargai sejarah di indonesia

ano 21 Januari 2012 - 5:25am

Ya ngga lah, itu kan pertempuran antara Penjajah Belanda lawan Penjajah Jepang, kenapa harus kita peringati dan membuat tugunya? sama aja dengan legalisasi kolonialisme.
No Way!

mbahPure 21 Januari 2012 - 3:17pm

wakakakakakak nggak tahu sejarah ano! yang mati banyak warga Indonesia (dulu kan indonesia namanya ya hindia belanda). orang ambon, orang jawa, orang menado, orang padang, orang tarakan, banyak yang mati dalam pertempuran itu.

ano 21 Januari 2012 - 5:57pm

Lha, kalo yang mati warga indo, tapi mereka anggota tentara belanda, sama aja penjajah, lagian kalo bikin tugu, akan banyak sekali tugu yang harus dibuat, karena perang tidak hanya di tarakan, daripada bikin berhala, mendingan duitnya untuk orang miskin

mbahpur 21 Januari 2012 - 7:02pm / Indonesia

ya..co2k..sangat se7 dengan jawaban anda..
saya @mbahpur..bukan @mbahPure. Agar @ano jangan salah.

mbahPure 21 Januari 2012 - 9:54pm

wawakakakakkakak mbahpur buta sejarah yah. pada masa itu ya tentu tentara belanda, karena indonesia belum ada secara de jure. mereka yg mati itu orang kelahiran hindia belanda (sekarang indonesia).

mbahpur 22 Januari 2012 - 9:29am / Indonesia

he he anda tahu ya saya buta sejarah..teman2 saya lebih buta lagi lhoo..
lha iya lah simbah juga faham. tapi coba anda baca komen @ano lagi...
Btw, Belanda bikin KNIL kan semacam cara "low cost" bagi Belanda menekan ongkos. Pasukan lokal, orang2nya juga orang lokal, hubungan kerja secara lokal dan gaji juga lokal, pensiunan juga lokal, pangkat pun paling tinggi kolonel. Dan itu ya semua orang2 kita. Hidung pesek, rambut nya hitam, Hubungan kerjanya dengan Pemerintahan Hindia Belanda di Batavia (lokal).Bukan dengan Kerajaan Belanda/Pemerintah Belanda di negri Belanda..
Kalau zaman sekarang, dinamakan domestic expert. Kerjanya sama di satu "KAMPENI"/KUMPENI/KOMPENI" misalnya Shell, Unilever, Phillips. Kerja sama2 beratnya, akan tetapi gaji dan tunjangannya lain dengan expert2 expatriate yang berpaspor bukan paspor HIJAU RI.. Ada yang cuman 1/10 nya..Tapi masih lumayan dari pada gaji2 di instansi Indonesia. Maaf nyimpang dikit dariA tema..

mbahPure 23 Januari 2012 - 8:12am

Wakakakak knil low cost itu sejarahnya dari mana. Tolong tunjukkan sumbernya. Ingat pada masa itu indonesia belum ada. Yg ada adalah hindia belanda. Yg mati di pertempuran itu adalah org org daerah di hindia belanda, sekarang kita menyebutnya indonesia. Negara bermartabat adalah negara yg menghargai manusia. Mereka diangkat sebagai tentara hindia belanda karena pada masa itu yah wilayahnya milikhindia belanda. Indonesia tak pernah menghargai orang Timor timur yg duu terpaksa berjuang untuk indonesia.

mbahpur 23 Januari 2012 - 10:10am / Indonesia

wah kita bicaranya seperti anda ke Selatan, saya ke Utara.
However, terima kasih atas "tukar pendapat"nya.
Di dalam sejarah "backpay" saja sudah tersirat adanya system "low cost" dari sejarah KNIL.
Kalau di zaman sekarang anda pernah bekerja di sebuah Perusahaan Eropa, yang invest di Indonesia, anda akan tahu, bagaimana "LOW COST" di praktekkan.
Tapi OK lah..sampai disini saja. TX.

mbahPure 23 Januari 2012 - 2:41pm

Wakakak sumbernya mana knil itu low cost. Anda jangan bandingkan knil dengan bisnis investasi. Bisnis investasi sangat digantungkan pada di mana produk dipasarkan, dan sering tidak terkait dgn lowbcost. Toyota punyabpabrik di eropa, brani bilang itu low cost? Jangan lupa saat knil ada, rupiah belum ada. Kurs uang di hindia belanda bahkan sempat lebih tinggi dari uang di belanda pada masa itu. Dan hindia belanda pada masa itu merupakan bagian dari belanda. Investasi pola low cost tak bisa diterapkan.

Anonymous 24 Januari 2012 - 4:52am

http://id.wikipedia.org/wiki/Pertempuran_Tarakan_(1945) nih info jgn ribut2

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Stedelijk Museum Amsterdam Dibuka untuk Pers
Stedelijk Museum di Amsterdam dibuka untuk pers Rabu (09/05), setelah...
Terapi Virtual untuk Korban Pelecehan Seksual
Tim psikolog Universitas Erasmus Rotterdam, Belanda, menggunakan...
RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET