Sepuluh tahun lalu, Bidi Mehidana mendatangi sebuah bank untuk memperoleh pinjaman mikro. Dia membeli sapi seharga 4000 rupee India - sekitar 620 ribu rupiah– . Tapi setahun kemudian, sebelum Bidi sempat menjual satu liter susu pun, sapinya mati. Setelah kredit mikro menjadi laknat baginya.
Kasus Bidi dari India menunjukkan bahwa kredit mikro tidak menguntungkan peminjam, tapi justru menjerumuskannya. Bagi Bidi minum racun merupakan satu-satunya jalan keluar.
Liputan video ini adalah bagian serial tentang pengusaha kecil yang mendapat pinjaman mikro. Delapan liputan video dibuat untuk proyek Radio Nederland Wereldomroep 'Pinjaman Mikro: Menguntungkan Siapa?' yang dimulai 25 Januari lalu dengan diskusi di gedung Vredespaleis, Den Haag.





















Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.