Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Minggu 12 Februari RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET
Avatar Eric Beauchemin

Minum Racun Satu-satunya Jalan Keluar

Diterbitkan : 27 Januari 2010 - 10:54am | Oleh Eric Beauchemin
Diarsip dalam:

Sepuluh tahun lalu, Bidi Mehidana mendatangi sebuah bank untuk memperoleh pinjaman mikro. Dia membeli sapi seharga 4000 rupee India - sekitar 620 ribu rupiah– . Tapi setahun kemudian, sebelum Bidi sempat menjual satu liter susu pun, sapinya mati. Setelah kredit mikro menjadi laknat baginya.

Kasus Bidi dari India menunjukkan bahwa kredit mikro tidak menguntungkan peminjam, tapi justru menjerumuskannya. Bagi Bidi minum racun merupakan satu-satunya jalan keluar.

Liputan video ini adalah bagian serial tentang pengusaha kecil yang mendapat pinjaman mikro. Delapan liputan video dibuat untuk proyek Radio Nederland Wereldomroep 'Pinjaman Mikro: Menguntungkan Siapa?' yang dimulai 25 Januari lalu dengan diskusi di gedung Vredespaleis, Den Haag. 

 

Diskusi

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Pecandu Narkoba Polandia Balik ke Negaranya
Orang Polandia di Belanda yang kecanduan alkohol dan narkoba, akan...
Amsterdam, Taman Ria bagi Wisatawan
Penduduk Amsterdam menghadapi pilihan berat. Warga yang tinggal di pusat...
RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET