Kota Suriah, Homs, dilanda perang saudara. Kota ini menjadi sasaran penembakan tentara Suriah. Di pemukiman pemberontak Baba Amr, wartawan Inggris berdarah Suriah, Danny Dayem, hampir setiap hari melaporkan pertikaian di kota tersebut. Ia melakukan itu lewat internet.
Dayem salah satu dari sedikit orang yang, melalui laporan video, masih berhubungan dengan dunia luar. Ia bekerja dari sebuah rumah yang mempunyai sarana internet via satelit (didanai simpatisan di luar negeri). Laporannya menunjukkan bagaimana situasi sebenarnya di Homs.


















Biasanya, pemerintah NKRI bersama rakyatnya nekat mati untuk membela sesama saudara muslimnya dimana saja. Dapatkah pemerintah Indonesia mengirimkan pasukan atau aparat keamanannya atau Jihatnya untuk mengamankan SIRYA? FPI sebagai pembela ISLAM itu, bisakah dengan suara lantangnya berteriak menantang President ASAT? Jangan cuma nekat mati u ntuk bela Palestina di Israel, tapi harus juga berani membela ribuan jiwa yang telah menjadi korban President ASAT di Sirya. Bisa, berani, nekat? Jangan cuma hanya berani bermulut besar dikandang sendiri, cobalah tunjukan di Sirya.
We, the Freedom Fighters around the World should to be more aggressive towards the cowardice's of the Totalitarian Regime Security Forces brutal practices in HOMS Syria should to be immediately barred by International Security Forces under the light of UNO and European Union,those international institutions with universal power mandatory to punish the Al Assad security forces without any contemplations...
Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.