Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Jumat 25 Mei RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET
Avatar Marijke van den Berg

Kincir Angin Bukan Monopoli Pria

Diterbitkan : 19 Oktober 2009 - 1:00pm | Oleh Marijke van den Berg
Diarsip dalam:

Molenaar atau pemilik kincir angin, profesi hampir punah di Belanda. Satu abad lalu, masih beroperasi sebanyak 10.000 kincir angin. Kini sisanya tinggal sekitar 1200 buah saja.

Kendati kincir angin tradisional ini, yang biasanya dipakai untuk menggiling gandum, sering tidak berfungsi lagi, kelompok kecil pemilik tetap antusias mengoperasikan. Pekerjaan indah tapi juga berat.

Fotografer John Stoel membuat rangkaian potret, sebagai tanda penghormatan sejumlah kecil pemilik kincir angin di Belanda. Pameran 'Daar bij die molen' di Rotterdam punya suatu kejutan; pemilik kincir angin kadang-kadang perempuan.


 

Diskusi

gegeng 21 Oktober 2009 - 8:21pm
banyak anak pinggir jalan disekolahin di belanda dr segala negara ,udeh lulus jadi bandit ,trus merusak keamanan dunia. itulah kincir angin saat ini. mau banggain?:( liat dong duta duta besar asia di belanda, yg kerja kan semuanya asalnya orang jalanan yg tdk mampu , datang kebelanda mengisap darah bangsa sendiri
gegeng 21 Oktober 2009 - 8:18pm
kayanya ,manusia liberal itu senang sama yg nama nya kultur. karena kultur itukan dr berbagai kelas. dan liberal senang kultur kelas bawa yg cinta perut. makanya setelah dibikin senang dgn uang darah bayi, orangnya banyak yang masuk api neraka. kincir angin memang kultur belanda. tapi buat apa dibanggain kalau manusianya tidak punya perasaan kemanusiaan.wong manusianya banyak yg barbar ko
herawati sikumbang 20 Oktober 2009 - 4:58am
Kalau bisa Belanda pertahankan keberadaaan kincir anginnya, karena ini adalah ciri khas Belanda yang terkenal. Sangat sayang kalau lama-kelamaan menjadi sesuatu yang langka.

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Stedelijk Museum Amsterdam Dibuka untuk Pers
Stedelijk Museum di Amsterdam dibuka untuk pers Rabu (09/05), setelah...
Terapi Virtual untuk Korban Pelecehan Seksual
Tim psikolog Universitas Erasmus Rotterdam, Belanda, menggunakan...
RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET