Irfan boleh saja populer -bahkan sampai dibuat film- di Indonesia. Tapi dia nggak berdaya melawan durian.
Buat kalangan muda keturunan Indonesia di Belanda, Durian jauh lebih terkenal ketimbang pesepak bola berdarah Indonesia-Belanda, Irfan Bachdim.
Biro statistik Belanda menunjukkan jumlah populasi warga keturunan Indonesia dan mereka yang lahir di Indonesia kian menurun dari tahun ke tahun. Pada tahun 2050, diperkirakan jumlah generasi pertama dan kedua, tinggal sekitar 260 ribu orang saja.
Generasi ketiga, atau kelompok anak muda keturunan Indonesia diperkirakan akan terasimilasi penuh. Penyebabnya, antara lain, mereka kurang berminat atas segala sesuatu yang terkait Indonesia.


















diskusi yang aneh
Tidaklah baik merasa dirinya bodoh, pandir dan dungu.
Kenapa?
Saya orang cerdas, tentu saja hanya orang-orang cerdas yang bisa memahami goresan kecerdasan otak ku.
Kenapa?
Saya orang cerdas, tentu saja tidaklah perlu kecerdasan orang lain.
@Cerdas : Kalo emang elo tuh cerdas berkomentarlah dengan baik, sebab apa yang elo tulis menunjukan siapa elo, SELAMAT BELAJAR untuk mencerdaskan diri, sebab kami semua tau bahwa elo gak CERDAS ....piis !
Saya tidak PEDULI dengan Irfan Bachdim.
Kenapa?
Saya orang cerdas, tentu saja tahu betul kalau Irfan Bachdim selama ini tidak bisa berbuat apa-apa untuk kemajuan sepak bola Indonesia.
Kenapa?
Saya orang cerdas, tentu saja lebih menyukai DURIAN ALSI & DURIAN PALSU yang sama-sama bisa mendatangkan kenikmatan dan meningkatkan kecerdasan saya.
--------
note:
Durian asli = asli buah durian.
Durian palsu = bukan buah durian, tapi miss-V.
Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.