Di Belanda, kariernya terancam kurang cemerlang. Mungkin karena itulah, pesepakbola Indo Belanda Irfan Bachdim mencoba keberuntungan di Nusantara.
Sejak Agustus tahun ini, ia terikat kontrak dengan klub Persema Malang, Jawa Timur. Kesebelasan nasional juga sudah meliriknya. Mulai musim ini, Irfan memasuki masa percobaan di PSSI.
Irfan Bachdim belajar main bola di sekolah bibit baru Ajax. Ia kemudian bermain di FC Utrecht dan HFC Haarlem. Sayangnya, klub divisi pertama ini bangkrut dan Irfan jadi pengangguran. Karena itulah ia memutuskan mengadu nasib di Indonesia. "Di Belanda saya tak akan bisa main untuk tim nasional, itu terlalu sulit bagi saya. Untungnya, saya punya paspor Indonesia, jadi saya punya kesempatan main di Indonesia. Lagipula kemampuan sepak bola Eropa saya pasti bisa dimanfaatkan di sana."
Sudah sejak Januari tahun ini Irfan menjajaki sejumlah klub sepak bola Indonesia. Usaha ini tidak langsung membuahkan hasil. Toh, akhirnya, Persema Malang, dengan pelatih Jerman Timo Scheunemann, tertarik dengan bakat pesepakbola Eropa ini. Scheunemann: "Ia membawa gaya Eropa di tim kami. Ia tahu banyak soal taktik, tahu ke mana harus mengoper bola, dan semacamnya."
Bachdim tak perlu berpikir panjang untuk menerima tawaran ini. "Tentu saja, saya tak akan jadi kaya dengan main di sini. Tapi mimpi terbesar saya adalah bermain di kesebelasan nasional Indonesia. Mereka akan bisa melihat bakat saya dengan lebih baik jika saya main di sini ketimbang di Belanda."
Dan Irfan benar. Minggu lalu, PSSI menyatakan, musim ini Irfan bisa bermain di kesebelasan nasional dalam masa percobaan.


















kAk iRfan tetep semangat y..
.jnGan nanGis laGi...
.mainnx ka2k juga baguuussss bnGet kok....
.lam kenal...
i give the big oplouse for you Irfan. lbih giat lagi berlatih dan bawalah Indonesia ke piala dunia nanti.
Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.