Hevien, 11 tahun, takut dikirim ke Suriah bersama keluarganya. 12 tahun lalu orangtua Hevien mengungsi dari negeri itu. Mereka dikejar karena termasuk minoritas Kurdi.
Hevien harus tetap di Belanda, kata teman sekelas.
Hevien lahir di kota Dokkum, Belanda utara. Setelah keluar masuk pusat penampungan pencari suaka, keluarganya akhirnya tinggal di Rotterdam. Kini mereka sudah lima tahun tinggal di sana.
Harus ke Suriah
Menurut Dinas Naturalisasi dan Imigrasi, Hevien dan orangtua harus pulang ke Suriah karena semasa prosedur suaka satu kali ke luar negeri untuk perawatan medis.
Sekolah Dasar De Schalm di Rotterdam melakukan aksi untuk Hevien. Semua murid melakukan permainan khas Belanda untuk menegaskan gadis tersebut adalah gadis Belanda tulen.
Tanpa kewarganegaraan
Juga organisasi hak anak-anak "Defence for Children" berjuang untuk Hevien serta dua adiknya. Kalau mereka dikirim ke Suriah, mereka kemungkinan tidak berhak atas pendidikan -kata organisasi tersebut- karena tidak ada akte kelahiran. Mereka tanpa kewarganegaraan.
Mereka kini menantikan vonis dalam prosedur yang diajukan Defence for Children. Menteri muda Kehakiman, Albayrak sendiri akan menangani kasus ini.


















Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.