Hotel baru di pusat Kota Zaandam, Belanda Utara, merujuk pada berbagai bangunan termasyur di Wilayah Zaan. Sang arsitek menumpuk berbagai rumah menjadi sebuah hotel.
Zaandam terletak di wilayah yang disebut "Zaanstreek" sebuah daerah yang mencerminkan Belanda jaman baheula, lengkap dengan rumah tradisional dari kayu berwanra hijau dengan kincir angin. Hal itu menjadi inspirasi seorang arsitek untuk membangun rumah susun. 5 jenis rumah tradisonal dibangun saling bertumpukan.
Setiap tahun daerah 'Zaanstreek' dikunjungi ribuan turis asing dari Jepang sampai Amerika.
Dari atap Inntel bekas hotel Golden Tulip Amsterdam, Wilfried van Winden menatap hasil kreasinya yang terdiri dari 70 rumah susun. Warna yang sangat mendominasi hijau.
Lukisan Monet
Rumah biru disamping nampak mencolok. Itu dimaksud oleh sang arsitek untuk menciptakan pemandangan seperti lukisan. Rumah biru tersebut mencerminkan sebuah lukisan Monet yang dibuat di Zaanstreek tahun 1871. Tadinya mau dibuat lukisan sebuah kamar bulan madu, tapi dibatalkan. Walaupun demikian, rumah biru itu menghasilkan suatu pemandangan yang unik.
Sang arsitek dipuji tapi juga dikiritik. Banyak orang menganggap bentuk hotel tersebut murahan. Tapi ada juga yang menganggapnya sebuah bangunan yang menarik. Kincir angin, atap rumah yang khas sampai cokelat dan biskuit, makanan yang diproduksi daerah itu, dirancang dan dipasang dalam kamar maupun ruangan lain. Hotel itu berlantai 12 dan dirancang menurut tata Kota Zaandam.


















Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.