Ketika berusia sekitar satu tahun, hampir semua anak lahir tuli di Belanda memperoleh alat bantu dengar tanam. Alat ini terhubung langsung dengan syaraf pendengaran, sehingga mereka bisa sedikit mendengar.
Berkat pemakaian massal implantat Cochleair ini, pendidikan pun berubah. Setelah beberapa tahun, lebih dari separuh anak lahir tuli bisa masuk sekolah biasa.
Magda Smooker sudah bekerja kurang lebih 30 tahun di sekolah untuk anak tuli.
"Saya mulai bekerja di sini ketika anak tuli masih harus belajar membaca gerak bibir. Ketika itu bahasa syarat tidak disarankan, karena konon menghambat perkembangan bahasa."
Awal tahun 1980an, berkembanglah emansipasi orang tuli.
"Sejak itu kami justru harus mengajar bahasa isyarat. Dan kini kami masuk ke era teknologi."
Latihan bahasa
Pelatihan bahasa intensif memungkinkan sejumlah besar anak tuli masuk sekolah biasa. Tapi bagi beberapa anak, implantat tidak berfungsi. Mereka tidak bisa memakainya karena ada penyebab lain mengapa mereka tuli. Magda Smooker: "Sekolah kami tetap menerima anak-anak ini."


















Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.