Nabiel Neami dan keluarga meninggalkan tanah air Irak pada tahun 2006. Hidup sebagai pemusik klasik sangat berbahaya di sana. Kini ia tinggal di Belanda dan berharap bisa tenang main cello.
Mantan anggota orkes simfoni nasional Irak ini sempat tinggal dua tahun di Suriah. Di sana seorang kawan menganjurkan dia untuk tinggal di Belanda. Katanya, negara bagus. Namun bagi Nabiel paling penting, ia bisa kembali mengembangkan kesukaannya: main cello.
Sayangnya ketenangan Nabiel di Belanda terusik dengan diskusi-diskusi seputar penyetopan pendatang dari negara berpenduduk Islam. Dan konon, khusus pengungsi Irak, mereka akan dipulangkan, juga karena situasi Irak sekarang lebih baik.
Nabiel gelisah. "Kalau sekarang lebih bebas, lebih demokratis, mengapa semua musisi Irak pergi? Kalau musisi banyak yang pergi itu artinya Irak dalam situasi lebih buruk."


















Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.