RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET

Radio Netherlands Worldwide

Depan

Cabaret - Tribunal Berlalu

On air: 11 Mei 2009 22:00

Keluarga korban pembunuhan massal Serbia di Srebrenica bereaksi keras terhadap tribunal Yugoslavia. Mereka khawatir harta pribadi dari ribuan pemuda dan lelaki yang dibunuh di sana pada 1995 dimusnahkan.
Diarsip dalam:

Pada kunjungan ke ibukota Bosnia Sarajevo Kepala Penuntut Serge Brammertz dari tribunal PBB di Den Haag menyatakan barang bukti serangan Serbia di Srebrenica dimusnahkan oleh Pengadilan.

 

Brammertz menerangkan, hal ini adalah prosedur normal jika barang bukti tak lagi dibutuhkan di pengadilan dan menimbulkan bahaya bagi kesehatan rakyat.

 

Menurut anggota pertemuan yang berdiskusi dengan Brammertz ribuan barang bukti tersebut berupa kartu identitas, foto, dan pakaian. Tapi juru bicara Jaksa Kepala menampik kisah tersebut keesokan harinya: Brammertz hanya berbicara tentang prosedur, bukan tentang jumlah dan lokasi:

 

 

"Pernyataannya sangat umum, cuma tentang prosedur di ICTY di mana barang-barang yang sudah tidak dibutuhkan dalam pengadilan bisa dimusnahkan jika berisiko besar untuk kebersihan dan kesehatan. Pada kasus-kasus macam itu catatan detail juga termasuk jenis benda."

 

 

Untuk keluarga korban tewas hal ini adalah pernyataan menyakitkan. Menurus ahli sejarah Selma Leijdesdorff benda pribadi para korban adalah harta tak ternilai bagi keluarga yang ditinggalkan.

 

Leijdesdorff menulis sebuah buku tentang pengalaman para perempuan di Srebrenica selama kejatuhan wilayah tersebut.

 

 

"Ya, penting sekali untuk memiliki kenang-kenangan kecil, peninggalan kecil yang menemani para lelaki itu dalam perjalanan mereka. Ya, saya punya banyak contohnya."

 

 

Menurut Leijdesdorff, para ahli waris sangat marah. Mereka menilai mustahil dan tidak bisa dibayangkan, barang-barang milik para lelaki yang dibunuh orang Serbia itu, dimusnahkan.

 

Untuk memusnahkan barang bukti tidak ada aturan umum. Tribunal Yugoslavia bisa menentukan sendiri bagaimana memperlakukannya. Tentu saja harus berunding dulu dengan pihak pengacara. Mungkin saja barang bukti itu memberatkan bagi salah seorang tersangka.

 

Pengacara pidana internasional Axel Hagedorn heran melihat apa yang terjadi. Ia mewakili para ibu Srebrenica menuntut ganti rugi di Belanda. Menurut Hagedorn, barang-barang yang dimusnahkan itu bisa saja mengandung data DNA.

 

Pada 11 Juli 1995 sekitar 8000 warga pria Muslim diangkut dari Sebrenica. 600 tentara PBB dari Belanda hanya bisa menyaksikan.

 

Atas perintah Jendral Serbia Ratko Mladic semua pria tersebut dibunuh. Pembunuhan masal ini dianggap sebagai genosida terparah di Eropa sejak Perang Dunia Kedua.

 

Tribunal Yugoslavia di Den Haag mengadili para tersangka perang Balkan. Jendral Mladic masih jadi buronan.

Diskusi

Kirim komentar

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Mollom CAPTCHA (play audio CAPTCHA)
Type the characters you see in the picture above; if you can't read them, submit the form and a new image will be generated.

Video pilihan

Hotel Biru Megah di Zaandam
Hotel baru di pusat Kota Zaandam, Belanda Utara, merujuk pada berbagai...
Di Rotterdam Ada Hotel, Tapi Tidak Asik
[media:video] Sangat banyak pekerjaan, tapi jalan menuju kesana macet. Di...
Flu Meksiko Masih Mengintai Eropa
Berakhirnya musim dingin di Eropa berarti juga berakhirnya musim flu, namun...
Ide Multatuli tetap Abadi
2 Maret 2010 adalah 190 tahun Eduard Douwes Dekker alias Multatuli,...

Musik dari Radio Nederland

RNW Facebook

RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET