Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Senin 20 Mei  
Pentatonik

Pentatonik - Sejarah Musik Protes dan Album Perdana Nosstress

On air: 20 November 2011 14:35 - 27 November 2011 14:35 (www.google.com)

Diarsip dalam:

Mencari Lagu dan Musisi Kritis

Pentatonik

Pentatonik, mencari musisi dan lagu kritis. Menyorot lirik lagu yang terkandung di dalamnya. Isu politik, lingkungan, masyarakat, keadilan dan segala perbaikan. Jika Anda menemukan atau memiliki lagu dan linknya di Youtube mohon disampaikan lewat facebook: ekatanjung atau emal

Pekan ini berbagai musisi dan musik protes dari zaman ke zaman. Walau musik protes mengendur tahun 1980an, tapi masih saja ada band yang menyuarakan kepedulian sosial.

 Guns N’ Roses cukup meraih sukses lewat lagu mengenai perang saudara, “Civil War”

Sedangkan Band Rock asal Australia, ‘Midnight Oil’ mengkritisi cara yang digunakan dalam menggusur tempat-tempat penting suku aborigin. Bomtown Rats dan U2 juga menyadari permasalahan yang ada di dunia dan mencoba mengangkatnya melalui musik mereka.

Sejak 1984, ketika band Aid masuk ke panggung musik pop, kemiskinan di Afrika menjadi tema penting dalam musik protes. Michael Jackson dan Lionel Richie pun bersama-sama menulis lagu ‘We are the world.’

“We Are The World” bersama penyanyi lainnya mereka menggalang dana bantuan Amerika Serikat untuk Afrika. Lirik lagu tersebut menuntut perhatian kita terhadap nasib saudara-saudara kita yang kurang beruntung, khususnya di Afrika.

Afrika
Bencana kelaparan di Afrika, bukan hanya jadi perhatian kelompok Michael Jackson dengan Lionel Richie saja, tapi pada tahun 1985, Bob Geldof menggelar Live Aid, konser yang khusus bagi penduduk Afrika yang dilanda kelaparan.

Permasalahan Afrika cukup rumit, kelaparan disebabkan karena gagal panen dan kekeringan, tetapi juga disebabkan karena peperangan. Bruce Springsteen menyoroti situasi Afrika dari sisi perangnya. Ia juga ikut memeriahkan acara tersebut, salah satunya dengan lagunya yang berjudul ‘War’


Belanda
Lagu protes menyentuh semua kalangan termasuk kalangan musisi hip-hop. Banyak artis hiphop yang juga menciptakan lagu-lagu protes. Di Belanda mulai muncul rapper duo Lange Frans dan Baas B sangat populer di Belanda dengan rap anti kekerasan “Zinloos.” Terutama ketika sebuah kuplet khusus tentang kematian kolumnis Theo van Gogh ditambahkan ke dalam liriknya. Theo van Gogh adalah tokoh kritis yang dibunuh seorang muslim ekstrimis.


Sejarah Indonesia
Bermula sejak tahun 1965 ketika Koes Bersaudara, ditangkap oleh Tentara Komando Operasi Tertinggi (KOTI) dan memenjarakan di LP Glodok. Alasan pemerintahan Presiden Soekarno ketika itu karena band Koes Bersaudara  menyebarkan paham barat.

Tak lama kemudian giliran Presiden Soeharto yang melarang lagu “Genjer-Genjer” lantunan Lilis Suryani karena dianggap provokatif. Sampai sekarang lagu ini masih dianggap tabu.

Kemudian muncul band-band lain. Belakangan makin banyak band muda dan baru yang juga mengusung lagu-lagu kritis.

Sekarang
Trio musisi akustik Nosstress baru saja merilis album perdana berjudul “Perspektif Bodoh.” Kubit Guna, Cok Permayun dan Angga Yudisha didukung produser Anom Darsana merilis album baru di Denpasar Bali, Oktober lalu.

Dalam album Perspektif Bodoh berisi 11-track lagu tentang kehidupan sehari-hari dan juga tentang lingkungan hidup. Nosstress ingin menyederhanakan masalah-masalah pelik. Simak salah satu contohnya, lagu tentang lingkungan. “Tanam Sajalah.”

Selain “Tanam Sajalah,” trio Bali itu juga mencantumkan lagu kritik pribadi dalam album perdananya "Tunggu." Kisah tentang orang yang selalu mengulur-ulur waktu dalam kehidupan. Menunda rencana dan menunggu terus.

Diskusi

bang jack owen 7 Januari 2012 - 10:53pm / indonesia

sangat memotivsi dam menambah pengetahuan musik saya

Anonymous 22 November 2011 - 11:10pm / Indonesia

Menarik dan easy listening. Membuat pendengar merasa nyaman.
Keep your good work, guys.
Jalan di depan masih panjang.

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Ranesi Pamit di Indonesia
Dalam rangka acara perpisahan RNW Indonesia 14 Juni di Erasmus Huis,...
Lampu Lalulintas Terlalu Cepat bagi Lansia
Makin banyaknya jumlah kelompok lansia ada dampaknya bagi masyarakat...