"Ideologi bahwa perempuan harus menikah sangatlah kuat. Perempuan yang tidak nikah dianggap kurang komplit, tidak normal. Jadi situasinya sangat sulit bagi perempuan apabila ia seorang lesbian di Indonesia".
Demikian dikatakan Profesor Saskia Wieringa dalam acara dialog interaktif INTRA antara Radio Nederland Wereldomroep dengan Radio Maraghita di Bandung. Saskia Wieringa adalah guru besar studi gender di Universitas Amsterdam dan sekaligus pemerhati isu-isu gender di Indonesia.
Lebih jauh Profesor Wieringa juga memaparkan diskriminasi yang dihadapi perempuan lesbian, di tempat kerja, pendidikan, di tempat umum, atau dalam keluarga sendiri. Saskia membeberkan pengalaman pribadinya sendiri ketika masih remaja, bagaimana ia 'dikucilkan' oleh orangtuanya karena orientasi seksualnya yang berbeda. Demikian pula di tempat kerja. Tapi, demikian Saskia menambahkan, ia tidak menjadi pahit ataupun marah, justru sebaliknya. Pengalaman-pengalaman yang tidak enak itu justru menjadikannya seorang pribadi yang kuat.
Lalu, bagaimana hubungan antara orientasi seksual dengan agama? Apa jawaban Profesor Saskia Wieringa? Dapat anda dengarkan dialog interaktif lengkap dengan Profesor Saksia Wieringa di bawah ini:

















pernyataan prof. Wieringa bahwa tidak ada keterangan di Alquran tentang homoseks bertentangan dgn apa yg di firmankan ALLLAH di Alquran itu sendiri. sudahkah prof. menemukan surat 'araf (7) ayat 80? apa pengertian prof. ttg Nabi Lut ini? apa yg terkandung kemudian di ayat 81?
masalah anda sendiri lesbian, itu hidup anda dan tanggung jawab anda tapi jangan mengatakan di Alquran tidak ada.
wassalam
boes
Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.