Dalam jajak pendapat Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Februari lalu Partai Demokrat meraih 13, 7 persen suara. Perolehan ini di bawah Partai Golkar (18,9 persen) dan PDI Perjuangan (14,2 persen).
Selain itu, kinerja Presiden SBY yang juga Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, menurut jajak pendapat LSI, juga jeblok di angka batas psikologis yakni 48,3 persen. “Tepatnya hanya 48,3 persen pemilih yang menganggap kinerja SBY selaku presiden baik," demikian Barkah Pattimahu, peneliti senior LSI. Ini sangat berbeda dibanding hasil riset Januari 2011. Saat itu, LSI menempatkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di angka 56,7 persen.
Bagaimana pendapat dua tamu Simpang Amsterdam kali ini? Manunggal Wardaya, mahasiswa kandidat doktor bidang hukum di Radboud Universiteit Nijemegen mengatakan kecewa dengan kinerja SBY, terutama dengan mencuatnya sejumlah kasus korupsi di Partai Demokrat. Sementara Ari Verawati, seorang ibu rumah tangga yang tinggal di Jakarta mengatakan, walaupun SBY bukan yang ideal, tapi sudah lebih baik dari yang sebelumnya.
Ari mencontohkan dengan adanya Bantuan Operasional Sekolah (BOS), murid-murid SD dan SMP negeri dibebaskan dari kewajiban membayar uang sekolah. Ditambah lagi jaminan kesehatan untuk masyarakat, terutama rakyat miskin. Selain itu, pungli (pungutan liar) juga jauh berkurang. Orang bisa mengurus, misalnya KTP atau akte tanah, sesuai tarif yang sebenarnya. Dalam hal manajemen bencana, SBY merupakan peraih penghargaan Global Champion on Disaster Risk Reduction pertama dari PBB atas kepemimpinannya menangani program dan pelaksanaan penanggulangan bencana alam.
Ari mengatakan, citra buruk kinerja SBY lebih banyak dihembuskan media yang punya kepentingan masing-masing, terutama untuk Pemilu 2014.
Manunggal menyanggah, kinerja pemerintahan SBY dan segenap kementeriannya memang sudah tidak memuaskan, dengan atau tidak adanya “manipulasi” pemberitaan.
Klik untuk mendengarkan diskusi yang kali ini dipandu Bari Muchtar:













jika presiden laen ajak perang dalam mengatasi konflik ke amanan yang berkepanjangan di atjeh, tapi SBY tidak begitu. semoga SBY bisa ber istirahat nanti dengan tenang setelah tidak mencalonkan diri lagi di 2014. lebih baik begitu paaaaaaaaaak .
bagi atjeh SBY adalah pelepas dahaga di masa2 menjelang perdamaian . walau yang banyak mondar mandir itu JK. tapi karena SBY presidennya jadi rejeki beliau dunk.... kini SBY banyak di tipu2 oleh anak buahnya sendiri di partai, keluarga bu ani yang rebutan proyek.... akhirnya SBY pusing sendiri . kalo senyuum terlihat kaku pikiran banget. tapi jujur saya pro SBY !
Ayo, tipu semuanya. Yang dikirim dipedesaan itu Densus 88 yang hasilnya menyengsarakan rakyat. Pernahkan anda ke tembaga Pura dan pedalaman Kaliantan dan bisakah anda menyaksikan penderitaan disana yang terus dirampas oleh kekuatan TNI dan POLRI? Hak milik rakyat dirampas dan dijadikan kebun kelapa sawit, setelah itu rakyat dibunuh dalam pergolakan menuntut hak di Sumatera, semuanya tipu. Ada orang yang dipenjarakan hanya karena selerahnya Presiednt selama ini, dan terus dinyatakan sebagai pelanggar hukum, dan apakah Pemerintah yang ribuan itu tidak yang melanggar hukum? Tikus diseberang laut, ternampak jelas, sementara kucing dipelopak mata tak terlihat. Ini semua adalah mau memnuju pemilu baru jadi SBY terus mewarnai semua ketipuannya dengan berpura pura membantu rakyat yang hanya di Jawa saja. Tapi bukan disemua tempat, melainkan hanya segilintir manusianya saja. Semuanya tipu. Omongkosong. Persoalan FPI saja tak bisa diatasi, lalu mau bicara apa lagi? Apakah BBM juga bisa diatasi?
Koq masih ada ya yang bilang era Soeharto msh lbh baik, ingat gak sih, wkt itu kita diguyur hutang. Dengan gencarnya kroni2 soeharto mengajukan proyek ini itu, mulai dr TMII, Taman Safari, Mobnas, BPPC dan ribuan bahkan jutaan proyek yg semua dijalankan oleh kroni2nya. Bahkan hingga saat ini akuisisi lahannya banyak yg tdk dibayar. Angka kemiskinan sangat tinggi. Itupun tdk pernah ada cerita rakyat gratis sekolah atau berobat. Lihatlah apa yg terjadi skg, turun langs dan tanyakan org2 miskin disekitar kita, ada banyak tunjgn bg mrk yg blm pernah ada sblmnya. Dan ini tdk pernah diberitakan oleh media, krn media di indonesia dimiliki politisi. Di negara lain hal ini terlarang, tp di Ind blm diatur, jd kalo menyerap berita, ambillah dr bbrp sumber, agar seimbang penilaiannya.
saya setuju dengan pendapat ibu ari verawati walaupun saya dulunya bukan pemilih pasangan sby+budiono, kenyataannya kehidupan rata2 orang indonesia lebih baik, hanya orang2 frustasi yg tidak dapat posisi selalu memprovokasi, itulah yg terjadi,kita harus selalu berpikir positif jangan selalu menilai pemerintahan hanya berdasarkan kepuasan pribadi
Seperti yang dikatakan oleh saudara Agung, dapatkah Presideny kita ini, bisa berkunjung selama 1 minggu saja dipedalaman Wamena, Tembaga Pura dan lain lain dan makan bersama Rakyat disana, serta tidur dengan mereka dan dapat membangun infrastruktur bagi kepentingan Rakyat disana dan masa depannya? kalau memangnya Bapak President bisa 1 minggu saja bermalah dipedalaman Tembaga Pura bersama rakyat disana dan makan bersama mereka serta ikut membangun infrastruktur mereka disana, maka itu namanya President yang jujur dan berhati bersih. Tapi kalau tidak, maka turun saja dari president.
Kalau SBY dan Partai Demokrat berkehendak, angka tersebut masih dapat di dongkrak
Disini dapat kita lihat dengan terang tentang bagaimana mainnya orang Jawa itu. Goyangnya halus sekali. Aku kira dia lagi pergi ke Kalimantan atau Atjeh dan ikut merasakan kepahitan rasa yang dialami rakyat Atjeh dan Kalimantan dan Papua dan ada banyak lagi yang menantinya. Kenapa dia berani tertawa diatas penderitaan orang lain? Ini semua adalah sandiwara Jakarta. Rakyat ditipu dengan sandiwara SBY yang jauh lebih membahayakan dari Suharto. President Obama ke Colombia, ada ledakan BOM disana seakan mengancamnya, tapi dia tetap merasa terkait dan bertanggung jawab bagi semua orang. Sedangkan SBY, cuma kirimkan Densus 88 untuk menganiaya dan bertindak seenaknya saja kepada rakyat Papua, RMS, Kalimantan, dan GAM. Apakah itu suatu tindakan dan perbuatan baiknya SBY? Dia telah diperingatkan oleh Secjend PBB Dr. Ban Ki Moon bahwa, Papua barati itu bukanlah bahagian dari NKRI. Dia harus ingat itu dan jangan lagi berpura pura seperti Kerea Utara dan Iran.
Anda bicara seakan akan hadir saat SBY bertemu dengan Ban Ki Moon, coba anda tunjukkan bukti bahwa SBY telah diperingatkan oleh Secjend PBB Dr. Ban Ki Moon bahwa, Papua barat itu bukanlah bahagian dari NKRI. Jangan lah anda menebar dusta yang tidak punya dasar.
Orang Indonesia bilang bahwa, peci itu lambang nasional Indonesia, pada hal itu adalah ciplakan dari kebudayaan Hindu dan Budha Nepal. Sebelum ada Sukarno dan Indonesia tahun 1949, Nepal dengan peci htamnya sudar ribuan tahun berlalu. Begitu juga dengan lambang burung GARUDA. GARUDA itu lambang dari kesatriannya agam Hindu dan Budha di Bali dan itu bukannya lambang dari Indonesia. Jadi Sukarno telah membutahi semua orang di Jawa tentang Peci dan Garuda serta Indonesianya. Jadi Indonesia itu, adalah suatu fakta nyata dari ide sukarno mencampurbaurkan apa saja yang dia senang. Jadi Indonesia itu artinya campur baur opini. Janganlah lupa bahwa, Indonesia itu artinya campur baur opini.
Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.