Perhimpunan Pelajar Indonesia atau PPI Belanda, memperingati hari jadinya yang ke 90 tahun 8 Mei lalu. Simpang Amsterdam berkesempatan mengundang dua pemuda yang (sempat) berperan aktif dalam PPI dengan topik seputar peran PPI masa kini.
Walaupun berasal dari “kampung” yang sama, Yohanes Widodo yang akrab disapa Masboi (mantan sekjen PPI Belanda 2008-2009) dan Reo Paembonan (sekjen PPI Belanda 2011-2012) bisa juga berdebat seru tentang kegiatan PPI di tahun-tahun belakangan.
Masboi yang pada masa kepemimpinannya antara lain menelurkan majalah online Jong Indonesia dan Radio PPI, menyentil PPI sekarang yang sepertinya banyak senang-senang saja. Seperti istilah moderator Junito Drias: rujakan melulu. Masboi mengatakan, PPI bagaimanapun punya embel-embel kata Indonesia, dan punya muatan politis . “Kalau hanya itu pleasure, senang-senang, gak perlu pake nama Indonesia dong,” sambungnya.
Reo menangkis, anggota PPI terdiri dari pelbagai tipe mahasiswa. Ada yang senang mengikuti perkembangan politik, ada yang senang olah raga, ada yang suka bikin film. Dia mengatakan, tidak perlu memaksa semua untuk melakukan hal yang tidak disuka. Jika memang ingin melancarkan kritik melalui film pendek, silakan saja. Atau dengan diskusi, boleh juga. PPI yang seluruh cabangnya kompak ini beberapa kali mengeluarkan pernyataan sikap resmi tentang misalnya kunjungan anggota DPR ke Eropa. Jangan lupa, PPI Belanda pimpinan Reo ini baru saja sukses menyelenggarakan Temu Eropa 2012.
Pingin dengar lebih lanjut? Klik di sini:













wah jangan cuma galak mengkritisi pemerintah dan DPR dong? buat karya nyata bagi bangsa dan negara....masak sih baru ngomongin politik sudah cape dan baru dipisah dengan keluarga sebentar sudah melempem.
kalo ngomongin politik terus cape kaleee
Ya, sekali-sekali rileks/santai kan nggak pa-pa, kasihan mereka jauh dari tanah air dan orang-orang tersayang mereka. Yang penting hasil akhirnya membanggakan seluruh rakyat Indonesia.
Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.