Simak dialog interaktif mengenai kerjasama Universitas Padjajaran dengan Universitas Leiden dan Universitas Maich untuk mengembangkan sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM).
Usaha Kecil dan Menengah (UKM) sudah diakui peranannya dalam pengentasan kemiskinan. Bahkan di masa-masa sulit seperti ketika krisis melanda dan PHK terjadi di pabrik-pabrik besar, UKM-lah yang berperan sebagai bantal, menampung dan menyangga roda ekonomi. Menurut data, sekitar 90% tenaga kerja Indonesia berada di sektor ini. Jadi bisa dibayangkan, seandainya tidak ada sektor UKM, berapa banyak pengangguran di Indonesia dan dampaknya pada kemiskinan.
Walaupun peran penting mereka sudah diakui, masih banyak kendala yang dihadapi UKM untuk bisa memajukan usaha mereka, salah satunya adalah akses terhadap modal. Untuk menghadapi berbagai kendala dalam memajukan UKM, Universitas Padjajaran Bandung bekerjasama dengan Universitas Leiden Belanda dan Universitas Maich Yunani dalam mengembangkan model pendekatan multidispilin. Model seperti apa itu?
Simak dialog interaktif Kang Akim dari Radio Maragitha Bandung dengan Profesor Himendra Wargahadibrata, mantan rektor Universitas Padjajaran, yang didampingi oleh Prof. Dr Tati S Jusron, pengajar di Fakultas Ekonomi Unpad, mengenai kerjasama multidisiplin tersebut. Dialog ini dipandu oleh Alfons Lasedu dari studio 6 Radio Nederland.

















Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.