Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Jumat 24 Mei  

Simpang Amsterdam - Menggunakan Bahasa Indonesia Tak Selamanya Mudah

On air: 20 Februari 2012 15:20 (Foto: Saki Ono)

Diarsip dalam:

Bahasa ibu paling mudah untuk diajarkan ke anak-anak selain juga sebagai suatu identitas bangsa. Seiring dengan era globalisasi ada keluarga yang tidak membiasakan anak-anak mereka untuk berbicara bahasa ibu, itu dengan alasan-alasan tertentu.

Mutia Samun adalah seorang ibu yang sudah tinggal di Belanda selama kurang lebih tiga puluh tahun. Memilih untuk menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa sehari-hari di rumah. Tentu saja dengan maksud menjaga identitas sebagai orang Indonesia.

Sementara itu Wuwun Wiyati adalah ibu seorang anak yang tinggal di Prancis. Ketika anaknya lahir ia menggunakan bahasa ibu atau bahasa Indonesia. Namun ternyata bagi pengarang buku Memburu Fatamorgana itu, ada hambatannya sehingga ia tidak lagi menggunakan seratus persen bahasa Indonesia di rumah.

Lalu bagaimana dengan anak-anak Indonesia yang tinggal di tanah air dan menggunakan bahasa asing sehari-hari di rumahnya?

Ikuti perbincangan menarik yang dipandu Fediya Andina.

Diskusi

Anonymous 27 Februari 2012 - 9:22pm / Inggris

sewaktu sy tinggal di belanda lbh dr 7 th, hampir smua kenalan warga Indonesia yg menikah dgn warga belanda tdk mau lg menggunakan bhs ind bahkan anak2 mrk jg tdk diajrkan berbhs ind,hanya anak2 sy yg bisa menguasai 2 bhs Ind dan belanda, malah sy ditertawakan koq anaknya bisa bhs ind sih? anak sy sih ga mau tuh omong bhs ind, tp mrk bisa bisa lho bhs inggris atau jerman selain bhs belanda....!! (SEDIH ga sih dgn kelakuan orang2 yg dari fhisik nya jelas dia itu dari mana walaupun rambut dicat piring dan memegang pasport belanda,tp tdk mau mengakui?)Saya malah kagum dgn orang2 dari Maroko dan Turki, mereka tdk perduli walaupun orng mentertawakan bhs dan kebudayaan mrk, yg lebih dulu diajakan kpd anak2nya adalah bhs dan kebudayaan mereka dulu setelah anak2 usia sekolah baru mereka mempelajari bhs dan kebudayaan dimana mereka menetap,jd anak2 itu sudah punya ''pegangan kuat''

Anonymous 22 Februari 2012 - 4:46am / usa

keadaan ini tepat sama, disini (USA) juga sama cuma orang tua Indonesia yang tidak berhasa asalnya, semua bangsa lainnya ( immigrant) terhadap anaknya selalu menggunakan bahasa asalnya, biarpun mereka merupakan mixed family, orang Indonesia sudah "gendeng" atau "gelo".

Perasaan Orang Indonesia Aneh 21 Februari 2012 - 5:17pm / traveller

Kalau menurut saya jika anda sudah mempunyai hak untuk tinggal aman, apa lagi yang di takutkan untuk memakai bahasa indonesia sesama orang indonesia walaupun ada orang lokal disana. Malah matanya mendelik kepada orang mellihat orang indonesia memakai bahasa indonesia. Dia merasa terhina memakai bahasa indonesia. Terlebih lagi wanita-wanita dari indonesia yang kelihatannya terhina berbahasa indonesia sesamanya. Tetapi juga dilihat lantar belakangnya di indonesia, jika terpelajar maka mereka tidak bermasalah tetapi jika wanita jalanan di indonesia kelakuannya lebih lokal dari orang lokal. Dan yang lucunya mereka hanya tinggal 2-3 tahun sudah bisa mendelikkan matanya jika ada orang indonesia berbahasa indonesia ke dia. Sedangkan orang yang bertanya itu sudah tinggal 15 tahun. Wanita-wanita saja yang kacau diluar sana tetapi sesama lelaki tidak ada masalah.!!! Cuma yang aku lihat dari tetangga indonesia yang sudah master & dokter andes cara yang mereka gunakan adalah tetap membicarakan bahasa ini bukan indonesia dan itu iya sehingga sianak bisa mengerti perbedaannya. Cuma jika anda perhatikan selalu si wanita yang berlantar belakang gak jelas di indonesia saja yang selalu membuat masalah di luar sana. Seperti mendapatkan cincin berlian jika sudah tinggal diluar negeri.! sehingga ingin melupakan kepahitan selama di indonesia.!

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Ranesi Pamit di Indonesia
Dalam rangka acara perpisahan RNW Indonesia 14 Juni di Erasmus Huis,...
Lampu Lalulintas Terlalu Cepat bagi Lansia
Makin banyaknya jumlah kelompok lansia ada dampaknya bagi masyarakat...