Peringatan! Acara ini mengandung konten dewasa.
Bu Iyem pantas merasa tidak bahagia. Suaminya tak pernah lagi mau berintim. Jangankan makan malam romantis, bicara penuh kasih sayang saja, sang suami tak mau. Asih, anak Bu Iyem, juga tak peduli.
Keriput wajah Bu Iyem menunjukkan derita batin. Bu Iyem bertanya-tanya: bahagia kemanakah kau berada?
Di tengah kegalauan Bu Iyem, Asep Surya mendadak muncul di Kedai Tabu. Bu Iyem kaget, karena menyangka Asep telah mati dibunuh preman gara-gara kasus tanah lima tahun silam. Tapi ternyata Asep sehat, dan kini telah menjadi seorang pemuda gagah dan macho.
Asep rupanya selama ini menyendiri, bertapa di gunung. Konon, ia menemukan kebahagiaan sejati. Hubungan seks, keinginan materi dan duniawi, tidak membuat bahagia.
Tak lama setelah Asep dan Bu Iyem ngobrol, Bung Kusnadi masuk kedai. Umur semakin memakan manajer bank ini. Walau begitu Bung Kus tetap Bung Kus. Ia merasa kunci bahagia mendapatkan semua yang diingini dunia ini: uang, hubungan seks dengan perempuan, lelaki atau siapa dan apa saja.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Bahagia? Ah, semua orang mau. Masalahnya bahagia itu seperti awan. Ia bisa dilihat, dirasakan, tapi tak pernah bisa dipegang, apalagi disimpan dalam toples kaca. Ia ada sesaat, kemudian menghilang.
Bertrand Russell, seorang agnostik, ahli matematika, filsuf Inggris pada awal abad 20, berkata: rahasia kebahagiaan adalah menghadapi kenyataan bahwa dunia ini memang bobrok.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Episode kali ini:
- Info tabu: susahnya cari kondom ukuran lelaki Indonesia di negara-negara Barat
- Drama tabu: mengapa tidak boleh bahagia?
- Tanya tabu: apakah saya boleh ngomong jorok?

















Kebahagian itu apabila kita mampu membahagiakan diri kita sndiri
Kebahagian itu apabila kita mampu membahagiakan diri kita sndiri
ternyata bahagia itu adanya di hati kita masing-masing, sesuai dengan ukuran kita masing-masing.
ternyata bahagia itu adanya di hati kita masing-masing, sesuai dengan ukuran kita masing-masing.
Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.