Air adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Karena itulah kualitas air yang baik menjadi kebutuhan yang tak terelakkan.
Adalah Dr Henry Palandeng, dosen fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi - Manado, yang baru saja menyelesaikan pendidikan S2 mengenai Waterquality Management - atau Manajemen Kualitas Air - di Unesco IHE - Delft.
"Bidang ini membahas cara kita mengatur kualitas air dengan cara tertentu, berdasarkan standard yang sudah ditetapkan. Jadi tentang bagaimana kita mencapai standard kualitas air yang baik," terang Dr Henry Palandeng. Yang masuk bidang kajian ini juga menyeluruh, mulai dari air sungai, sebagai air permukaan dan sumber air minum, sampai air sumur dalam dan dangkal.
Berlatar belakang ilmu kesehatan, Dr Henry Palandeng lebih memusatkan penelitiannya terhadap hubungan kualitas manajemen air dengan kesehatan masyarakat. "Jadi sejauh mana air yang kita konsumsi punya dampak terhadap kesehatan," terangnya lagi.
Yang juga menarik untuk diperhatikan adalah perkembangan manajemen kualitas air di Indonesia. "Perusahaan-perusahaan air di Indonesia sudah diprivatisasi alias dialihkan ke pihak swasta. "Sebenarnya sayang," kata Dr Henry, "Karena pemerintah tidak bisa lagi berbuat banyak untuk mengontrol kebijakan yang berkaitan dengan kualitas air."
Lalu bedanya kualitas air di Indonesia dan di Belanda? "Jelas jauh. Kualitas air di Belanda bisa dibilang yang terbaik di dunia. Kita sudah bisa minum langsung dari kran di sini," banding Dr Henry. Toh, ia optimis kualitas air di Indonesia akan bisa diperbaiki.
---------------
Silakan simak dialog interaktif mengenai Manajemen Kualitas Air bersama Dr Henry Palandeng dan Bapak Franky dari Radio Montini FM di Manado dengan meng-klik tanda panah di bawah ini:




















Kirim komentar
Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.