Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Senin 20 Mei  

Simpang Amsterdam - Legalisasi Ganja di Indonesia: Ya Atau Tidak?

On air: 1 Juni 2012 13:50 - 9 Juni 2012 13:50 (Foto: Lingkar Ganja Nusantara)

Diarsip dalam:

Tanaman Cannabis sativa atau yang lazim dikenal sebagai tanaman ganja populer di khalayak umum hanya sebagai salah satu jenis narkotika.

Tidak banyak yang tahu kegunaan tanaman ganja lainnya, seperti untuk pembuatan pakaian, kertas, dan tali. Dari segi medis, ganja ditengarai juga bisa menyembuhkan banyak penyakit, mulai dari depresi sampai tumor.

Simpang Amsterdam edisi ini menghadirkan Dhira Narayana dari LGN (Lingkar Ganja Nusantara) dan Muhsin Ahmad Alatas dari DPP Front Pembela Islam (FPI) dengan moderator Bari Muchtar. Diskusi membahas topik perlunya ganja dilegalkan di Indonesia. Peredaran ganja di Indonesia cukup marak, namun semua berlangsung di pasar gelap alias ilegal. Kerugian besar bagi ekonomi Indonesia, kata Dhira. Sejak 2009, LGN berusaha memperjuangkan pelegalan ganja di Indonesia.

Salah satu argumen Dhira, konsumsi ganja di Indonesia meningkat setiap tahun sejak tahun 1960 karena absennya regulasi dan undang-undang. Pemakaian ganja pun jadi tidak teratur dan dikuasai jaringan mafia. Pelegalan ganja diharapkan dapat mengedukasi masyarakat mengenai pelbagai manfaat tanaman ganja dan mengatur pemakaiannya.

Sementara pemakaian secara umum inilah yang justru dikhawatirkan Habib Muhsin. Menurutnya mayoritas masyarakat Indonesia masih bodoh dan miskin. Tingkat rasionalitas masyarakat masih rendah. Jika pemakaian ganja dilegalkan, banyak masyarakat Indonesia yang belum siap untuk mengkonsumsi ganja hanya dalam taraf rekreasi saja. Pemakaian berlebih ditakutkan akan membuat ketagihan dan makin merusak moral bangsa yang sudah morat-marit. Lebih lagi, jika ganja ingin dilegalkan, lalu apa berikutnya? Tanaman opium?

Ingin tahu lebih lanjut? Simak diskusi hangat mereka dengan mengklik tanda panah di bawah ini.
 

Terkait:

Diskusi

shagyprabu 4 Februari 2013 - 5:45pm / indonesia

sedikit saja koment saya saat ini,,,; ganja atau canabis satifa yg saya ketahui adalah tumbuhan alam ciptaan yang maha kuasa,, soal bagaimana cara mengkonsumsinya tergantung orang nya,,,tidak semua orang juga bisa memakainya,,,maaf kalo orangnya bodoh mmg itu bisa membuat bego tapi tidak mematikan,,yg jelas tolong di bedakan ganja dan obat2 lain nya itu sangat berbeda,,buat saya pribadi ganja baik kegunaan nya buat saya pribadi,,,asal jgn berlebihan,,,ganja itu bisa juga buat obat depresi berat,,itu sudah saya alami sendiri,,,itu dulu lah pendapat aku saat ini,,, trima kasih

MoonLake 29 Januari 2013 - 12:56am / Indonesia

Buat penegak hukum, jgn d urusin masalah ganja...
urus tu para PEJABAT yg KORUPSI uang rakyat.....

Biarkan mereka bodoh 4 Juni 2012 - 2:50pm / traveller

Siapa yang akan bertanggung jawab jika anak-anak yg memakai ganja dan membanggakan kepada orang lain karena dia mengisap ganja. Apakah kelompok ini bisa mempertanggung jawabkan bahwa si pengisap ganja itu tidak mengganggu masyarakat.!!! Apakah kelompok ini akan saling bentrok jika ada kelompok masyarakat di ganggu mereka.!!! Pengalaman saya di terminal dimana anak seumur sekolahan memasak membeli tiket dari dia dan meminta uang. Saya bertiga dengan keponakan laki-laki. Saya di marah-marahi dia, sedangkan badanya kecil. Keberaniannya hanya disebabkan mamakai ganja itu. Dipukul susah tidak dipukul dia meracau kemana-mana dengan bahasa yang tidak baik. Dan anak itu aku rasa orang asli ditempat itu. Jika hal yang begini terjadi kepada siapa meminta pertanggung jawabannya.!!! Terlebih lagi jika sipemakai anak tentara atau polisi maka akan menjadi ruwet saja masalah itu.!!! Pemakai barang itu jika di luar negeri ada aturannya dimana mereka selalu berkelompok dan masyarakat tidak takut dengan mereka karena ada hukum yang setimpal kepada pengguna ini jika menyimpang. Dan tujuannya memang untuk mengatasi rasa stress. Dan kelompok ini takut juga dengan gank-gank lainnya. Sudahlah, jangan ditambah lagi masalah pada masyarakat karena si pemakai barang ini tidak mempunyai prestasi tinggi. Untuk mencari barang ini sangat mudah sekali di Indonesia, dimana jika anda mendengar kafe,discotek yang dilindungi oleh tentara dan polisi maka anda akan membelinya disana. Jika ada yang ditangkap oleh tentara dan polisi itu berarti mereka marah karena tidak membeli ditempat mereka.!!! UU yang tidak ingin diperjelas oleh pemimpin banyak sekali bisa dipergunakan oleh yang dilapangan. Kalau pemimpin kotor/koruptor inilah ciri-ciri khasnya dari suatu bangsa yg dipimpin oleh orang kotor itu.!!!!

Muretu Lasongko 3 Juni 2012 - 11:07pm / GANJA BUKAN HARAM PANCUNG KEPALA TKW ITU HARAM

GANJA TIDAK HARAM, TAPI KKN dan MANIPULASI serta KORUSI dierah SBY itu benar benar HARAM. Kenapa Kedutaan Besar Arab Saudi tidak diusir dan katakan bahwa, memancung kepala TKW dan TKI di Arab saudi itu haram jadah. Malah yang kecil2 dengan rakyat, dijadikan sebagai ketentuan hukum, sedangkan pencuri miliaran dan triliun rupiah uang rakyat dibiarkan. Kan yang menjual ganja itu, asalnya juga dari TNI dan POLRI. Lalu siapa yang harus disalahkan? Beberapa hari berlalu, seorang anggota TNI di Pelabuhan Tg. Priok dipergok DUANE karena terlibat dalam expor inpor NARKOTIKA. Inikan semuanya permainan babe babe Jakarta lalu rakyat yang disalahkan. POLISI membuat hebo tentang ditemukan sejumlah bahan bukti Di Tangeran di Kampung Ambon dan menangkap sejumlah pengedarnya, hanyalah sensasi belaka untuk menghilangkan jejak. Pada hal TNI ikut menginpor dari luar negari. Mana ada yang benar dinegeri kita yang semakin amburaduk ini? Sim sala bim ......lah.

Biarkan mereka bodoh 3 Juni 2012 - 1:33am / traveler

Seharusnya di Indonesia itu tidak perlu menggunakan barang itu karena alam memberikan mereka kesempatan yang lebih dari negeri di luar sana. Diluar sana dingin, dimana mereka harus dirumah karena tidak ada manusia yg bisa diajak berbicara diluaran. Tetapi di Indonesia banyak sekali bisa dilakukan.!!! Karena sudah dirusakki mentalnya makanya menjadi amburabul sekali. Orang dinegeri panas mencontoh apa yg dilakukan oleh orang di negeri dingin. Akal/logika yang terbalik.!!! Itulah wajah bangsa Indonesia pada saat ini. Sesuatu yg didambakan oleh orang Indoesia yg tinggal di luar sana untuk mempunyai negeri seperti Indonesia. Pemimpin bangsa Indonesia itu orangnya kurang baik mentalnya sehingga mereka selalu membodohkan bangsa sendiri. Belajar itu ternyata memang bias di dapatkan dari pertemuan setiap hari. Dengan bertemu akan timbul diskusi dan saling memberikan bantuan sesamanya. Orang belanda ( luar sana ) selalu membodohkan orang asing dan terbuka sesamanya. Mereka saling membantu agar sesamnya bisa hidup lebih baik. Sedangkan pemimpin di Indonesia itu sepertinya pendusta semuanya. Mereka menggunakan kelemahan bangsa sendiri. Sehingga rakyat bisa merasakan bahwa menolok itu adalah tidak baik. Mereka menggunakan cara-cara agama jika itu menguntungkan mereka. Rakyat saja yg tidak becus utk memisahkan agama dengan kecurangan seorang koruptor yg telah menggunakan agama utk kejahatan mereka. Bangsa yang suka menonton film tuyul(80%) harus menerima kebodohan mereka dengan membayar sangat mahal sekali. Kejahatan yg timbul pada saat ini di Indonesia adalah berasal dari kejahatan pemimpin yang anda pilih sendiri yg tahu kelemahan/kebodohan anda karena menonton film tuyul.

Siayamjago 2 Juni 2012 - 7:08pm

Alasan2 dan prediksi kedua pihak masuk akal,dicari jalan keluar yang bermanfaat bagi masyarakat.karena hukum yang menjerat tanaman ciptaan Tuhan ini diharamkan.apakah Pencipta salah? para elit yang hidup diatas hukum banyak mengkonsumsi ganja malah tambah panjang umur horee???

MoonLake 29 Januari 2013 - 12:55am / indonesia

Gnaja itu Tidak Haram,Ganja bisa membantu mengurangi STRES

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Ranesi Pamit di Indonesia
Dalam rangka acara perpisahan RNW Indonesia 14 Juni di Erasmus Huis,...
Lampu Lalulintas Terlalu Cepat bagi Lansia
Makin banyaknya jumlah kelompok lansia ada dampaknya bagi masyarakat...