Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Minggu 12 Februari RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET

Dimensi - Karo Bukan Batak

On air: 11 Maret 2010 16:15 (www.ranesi.nl)

Diarsip dalam:

Ada beberapa hal yang merupakan salah faham tentang suku Karo. Pertama banyak orang menyebut orang Karo itu orang Batak. Padahal itu tidak benar. Demikian diungkapkan Juara Ginting dalam acara Dimensi.

Nama-nama orang Karo yang cukup dikenal adalah Ginting, Tarigan dan Sembiring. Wilayah orang Karo adalah dari Medan sampai ke Aceh Tenggara.

Kesalahfahaman lain tentang orang Karo adalah tentang agama orang Karo. Orang banyak tidak tahu bahwa orang Karo banyak yang muslim. Tokoh-tokoh nasional yang menyandang nama Karo yang beragama Islam contohnya Tifatul Sembiring dan M.S. Kaban.

Untuk mendengarkan silakan klik di bawah ini.

  • Bari Muchtar dan Prita Riyadini<br>&copy; www.ranesi.nl
  • Di studio 2 sebelum siaran<br>&copy; www.ranesi.nl
  • Bari Muchtar dan Juara Ginting (tamu)<br>&copy; www.ranesi.nl
  • &copy; www.ranesi.nl
  • Juara Ginting<br>&copy; www.ranesi.nl

Diskusi

Endi Bastanta Sinuraya 2 Februari 2012 - 10:35pm / indonesia

menurut artikel yg aku baca.
batak itu generalisasi yang dilakukan antropolog belanda untuk menyatakan semua suku yang tinggal di sumatra utara yang meyembah tuhan bernama debata/dibata dan bukan orang melayu yg telah beragama islam..
orang karo sebagian besar tidak mau dibilang batak karna dari nenekmoyang kami sampai sekarang tidak pernah menyebut diri kami batak tapi hanya menyebut kalak karo( orang karo)..
saya menghargai pendapat teman2 semua karna kita semua bebas berpendapat..
tapi alangkah baiknya sebelum kita mengeluarkan pendapat dan terlebih mengkritik pendapat orang lain harus disertai dengan sumber referensi.
karna setiap orang pasti punya pengetahuan yg terbatas terlebih yang kita bahas ini adalah hal yang terjadi jauh sebelum kita dilahirkan..
mohon maaf jika ada kata2ku yang salah..mejuah-juah/horas/njuah juah.

kontes tarigan 31 Desember 2011 - 10:57am / indonesia

dasar dak tau asal mulanya kok merga ,yg jelas karo punya 5 merga yaitu sembiring ,karo-karo ,ginting, tarigan ,dan perangin angin. itu adalah nenek moyang asal mulanya merga karo,jadi pecahanya adalah anak2nya .yg bener adalah karo masuk kebatak ,muktinya adalah sudah ada yaitu sub ginting munte, masuk kebatak .di lima merga karo itu tidak di suku lain ,selain karo aja .anda paham coy

Ilmar Dalimunthe 19 Desember 2011 - 12:20pm / Indonesia

Kalau menurut tarombo yg saya punya,...marga ginting adalah marga suku batak dgn perincian sbb : salah satu leluhur marga ginting adalah yg disebut Op haria raja / suhutnihuta /dikenal ditarombo marga simbolon dgn op martua raja yg mempunyai ank 3 halak yaitu ; op suhunihuta , op sirimbang dan op hapotan,...op suhunihuta mempunyai anak 1 yaitu Op guru sinanti { salah satu leluhur yg diingat oleh sebagian marga dalimunthe,...mengaku keturunan dari Op Guru sinanti yg mempunyai anak 5 halak yaitu ; Op Sirupa ulu balang , Op sitok-tok ulu balang , Op pallagge Mas , Op Aria raja , dan Op bisa Mandoit,....dan dari Op Bisa mandoit ini salah satu anaknya bernama Op lipan Mandoit ,...dan Op lipan Mandoit ini mempunyai anak 3 halak yaitu ; Op guru sosuhoron dimuara, OP Arimo tandan dihumbang ,.....dan Op ginting Mandoit di humbang,....inilah sedikit tulisan tarombo yg saya punya,...sebagi patokan kami bila yg lain ingin tau asal usul kami yg bermagakan Dalimunthe,..walaupun blum lengkap tetapi kami sudah merasa sebagai keturunan dari Raja batak,...ini sekedar info,..harap maklum karena tarombo ini yg bisa menjelaskan keberadaan kami yg bermargakan Dalimunthe,....

elfan 11 Desember 2011 - 4:09am / indonesia

Tapi karena sebagian besar warga sudah menjadi Muslim, maka perlu ada kajian hubungan Islam dengan keberadaan adat itu sendiri. Dan salah satu permasalahan 'besar' yang cukup berat ialah masalah penambahan nama 'suku' atau marga atau nama 'nenek moyang' setelah nama dirinya.

Masalah penambahan nama nenek moyang dan bukan nama orang tua langsung pada nama setiap orang lalu dikaitkan pula dengan hubungan adat dan agama, inilah seyogianya dirasa perlu merujuk pada ajaran Islam itu sendiri. sebagai contoh menururt Al Quran ada suatu kewajiban dalam hal penggunaan nama sendiri ditambahi dan menambah nama 'orang tua' atau bapak-nya dan bukan nama atau identitas suku atau marga atau nama nenek moyangnya sendiri, mari kita simak QS. 33:5 sbb.

Panggilah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka; itulah yang lebih adil pada sisi Allah, dan jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka, maka (panggilah mereka sebagai) saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu. Dan tidak ada dosa atasmu terhadap apa yang kamu khilaf padanya, tetapi (yang ada dosanya) apa yang disengaja oleh hatimu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Jika penambahan identitas nama atau suku atau marga dilihat dari kaca mata ajaran Islam, maka sudah nampak kecendrungan ke upaya 'kesakralan' atau pengkultusan sesuatu yakni nama suku atau marganya atau nama nenek moyang kita.

Akibat yang cukup mendasar dari penampakan identitas marga atau suku tersebut adalah dengan adanya ketentuan atau rumusan adat seperti tidak boleh kawin semarga atau sesuku. pada hal dalam Islam tidak ada larangannya seseorang lelaki dengan perempuan yang berasal dari satu marga semacam itu.

Atau akibat lainnya, kalau seseorang itu belum bermarga karena berasal dari suku lain, lalu akan dikawinkan maka ada suatu kewajibkan baginya untuk dipasangkan atau diangkat menjadi warga suku atau marga tertentu pula.

Atas dasar sederhana tersebut, maka dirasa sudah perlu untuk kita kaji kembali masalah hubungan adat dengan ajaran agama khususnya Islam. Salah satu contoh penting kita kembali menerapkan identitas nama 'bapak' kita secara langsung itu lebih baik dari pada nama 'nenek moyang' kita dimana kita tak jelas riwayatnya, Muslim atau bukan.

Karena pendapat saya di atas, maka saya mohon maaf jika tidak berkenan untuk dikemukakan. Wass.

anak medan 6 Januari 2012 - 11:17am / indonesia

agama dan suku bedakan asal mulanya broooooo....

brayan munthe 14 Desember 2011 - 3:40pm

boleh-boleh saja pandangan sdr elfan begitu, berdasarkan al-quranulkarim yang anda anut secara pribadi. tapi secara umum memakai family name bagi Muslim ok saja, buktinya? banyak Ulama-ulama Muslim kondang pakai marga kok, apakah menurut anda mereka bukan Islam murni?
Anda katakan kembali menerapkan kembali indentitas nama "bapak" kita. kepada siapa anda tujukan himbauan itu? kepada orang Karo/Batak? mereka pada umumnya tidak pernah mencantumkan nama bapaknya. selanjutnya nenek moyang yang tidak jelas riyawatnya, mungkin anda yang tidak jelas asal-usul anda, makanya jangan klaim terhadap orang lain. Anda melontarkan opinion out of culture context.
memang pada jaman dulu orang-orang yang pakai marga tersisih dari pergaulan, maka ada istilah "bukan kampak sembarang kampak, bukan batak sembarang batak jadi melayu" itu terjadi pada kejayaan melayu dulu, untuk menekuk budaya Batak pada umumnya, sama juga seperti penjajah yang tidak oke lagi jaman sekarang, ini sudah era civil society bung elfan

brayan munthe 14 Desember 2011 - 3:34pm

boleh-boleh saja pandangan sdr elfan begitu, berdasarkan al-quranulkarim yang anda anut secara pribadi. tapi secara umum memakai family name bagi Muslim ok saja, buktinya? banyak Ulama-ulama Muslim kondang pakai marga kok, apakah menurut anda mereka bukan Islam murni?
Anda katakan kembali menerapkan kembali indentitas nama "bapak" kita. kepada siapa anda tujukan himbauan itu? kepada orang Karo/Batak? mereka pada umumnya tidak pernah mencantumkan nama bapaknya. selanjutnya nenek moyang yang tidak jelas riyawatnya, mungkin anda yang tidak jelas asal-usul anda, makanya jangan klaim terhadap orang lain. Anda melontarkan opinion out of culture context.

misran sitepu 25 November 2011 - 9:43am / brastagi sumut

karo adalh suku satu karo.....janganlh anda salah sangka....orong bodoh bsa sja brbicara apa....,tunggu sja lh tangal mainnya namun skrng terpecah belah gundari juma simbelang ngo terulang namun tanah karo adalah juma la erbaleng....juma la lit sibarna.....i belang belang doni....taneh karo adalh tanah aq d lhrkn dan di besarkan.......

Bernada 20 November 2011 - 8:35am / Indonesia

Suatu hal yang menggelitik sekaligus menggemaskan jika kita perbincangkan tentang "Karo bukanlah Batak" !!!

pada hakekatnya SUKU BANGSA mempunyai sejarah dan filsafat sehingga pada akhirnya melahirkan yang disebut dengan "SUKU".

jika Batak lahir sebagai salah satu etnis di negeri ini, tentu saja telah diakui dan diterima baik oleh semua kalangan, dan keabsahannya telah diterima.

KARO adalah salah satu rumpun BATAK yang telah ada sejak BATAK itu sendiri lahir di Bumi pertiwi ini,

jika dikatakan, KARO bukan BATAK, tolong anda yang mengeluarkan steatmen tersebut menggali dan belajar lebih baik lagi tentang FIlSAFAT, ADAT ISTIADAT, GARIS KETURUNAN, DAN RUMPUN BATAK.

mudah-mudahan anda akan memahami betul, siapa saja etnis yang masuk dalam rumpun BATAK tersebut..

semoga bermanfaat..

SALAM,

Exaudy.

sahala sianturi 17 November 2011 - 5:36am

bila karo dikatakan bukan batak ini sama saja jawabannya bila kita mencari sebici bibit sesawi di gundukan bukit jerami.Karena batak bukanlah suatu suku atau ras.Batak buaknlah suatu kelompok keturunan.Tetapi batak pada saat itu indetik adalah suatu bangsa,yg diikat olehg suatu pemahaman akan adat batak,bahasa batak,tulisan batak,bermarga marga batak dan keyakinan akan kepercayaan batak,dan tanah tanah batak.Oleh karena itu siapakah yg bukan orang batak? Yang bukan orang batak adalah orang yg pergi meninggalkan tanah batak meninggalkan adat batak,marga bataknya dan lain2 yg berhubungan akan kebatakannya.Demikian juga orang suku karo kita yakin suku karo itu bukanlah satu keturunan atau satu nenek moyang.Kemungkinan ada juga keturunan cina,bangsa tamil india dll.Namun ada sedikit pertanyaan kepada saudara kami suku karo apa bila kalian masih tetap memakai marga di belakang nama kalian menurut kalian itu kecenderungannya itu pengaruh dari bangsa mana ,bangsa batakkah atau bangsa cina atau tamil.Karena suku Toba itu jelas ada istilah di toba di MARGAHON berarti nenek moyang kami ada membuat marga tidak di pengaruhi budaya lain

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Pecandu Narkoba Polandia Balik ke Negaranya
Orang Polandia di Belanda yang kecanduan alkohol dan narkoba, akan...
Amsterdam, Taman Ria bagi Wisatawan
Penduduk Amsterdam menghadapi pilihan berat. Warga yang tinggal di pusat...
RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET