Radio Netherlands Worldwide

SSO Login

More login possibilities:

Tutup
  • Facebook
  • Flickr
  • Twitter
  • Google
  • LinkedIn
Depan
Jumat 25 Mei RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET

Dimensi - Angket Bank Century: Politik Kotor?

On air: 3 Desember 2009 12:20 - 12:55

Diarsip dalam:

Berbagai anggota DPR RI sedang sibuk-sibuknya menyiapkan Angket Bank Century. Tujuannya untuk meminta pertanggung jawaban pemerintah.

Mereka ingin tahu kenapa pemerintah mengeluarkan dana talangan sampai 6,7 triliun rupiah untuk menyelamatkan bank yang katanya sudah sering melakukan kesalahan.

Menurut pemerintah, bank yang kini bernama Bank Mutiara ini perlu diselamatkan, karena kalau tidak, bisa mengganggu ekonomi nasional. Tapi banyak mencurigai dana itu disalahgunakan untuk tim sukses SBY untuk memenangkannya pada pilpres lalu.

Maka anda pula yang berpendapat bahwa angket ini merupakan permainan politik yang kotor?

Pertanyaan kami apakah Anda setuju dengan pendapat ini?

Diskusi

Subhan Noersi 18 Desember 2009 - 6:03pm / indonesia

pertarungan pembuktian bank century yang akuntabilitas sangat ditunggu oleh rakyat indonesia, dana talangan sebesar 6,7 triliun yang tidak transparan telah menguap kemana-mana, memang menyakitkan bagi rakyat miskin yang sangat memerlukan kehidupan yang layak dan sejahtera di negara ini. Rakyat mendukung dan menunggu hasil kerja Tim Pansus bank century, semoga kebenaran berpihak pada aspirasi rakyat melalui Tim Pansus bank century DPR RI...

doyoks 11 Desember 2009 - 1:23pm / Indonesia
Kalau kita jeli maka keliatan banget kasus Century ini Inisiator nya juga mereka2 yang pada Pemilu yang lalu jadi Pecundang namun terus saja berupaya cari2 celah untuk mengganggu pasangan Presiden terpilih,mulai dari gugatan yang katanya kecurangan Pemilu,kmdian ke Mahkamah Konstitusi, dan sekarang kasus Century. Menurut saya kalau uang Century di jarah atau jadi ajang korupsi para pejabat yang berwenang,terlalu terang2an dan sangat massive jumlahnya,tentunya baik Menkeu maupun Gubernur BI saat itu tidak sebodoh dan segamblang itu kalau mau korupsi secara kolegial,banyak yang bisa secara diam2 bisa dilakukan,kenapa mesti melalui bank gagal seperti ini??? Mau ndompleng Dana Talangan????Pasti juga mudah ditelusuri melalui PPATK...mari kita berpikir jernih,waktu itu US$ juga mulai goyang merambat ke Rp 12 000,- kalau tidak salah.........maaf kalau saya melawan arus,tapi boleh dong beda pendapat di alam demokrasi ini.
unnamed 10 Desember 2009 - 9:01am / indonesia
Orang Indonesia Penyakitnya ada di "Otak" nya..makanya ga maju", kemiskinan ga kelar",Korupsi merajarela,Pelaku kriminal bukan masuk penjara, malah "jalan" ke luar negri..ebat kan ? "Otak" nya dah sakit, gmn mau bener..ampe "kiamat" ga ada perubahan....
AR.Pradono 9 Desember 2009 - 4:55pm / Indoneia
tidak ada politik yang bersih di Indonesia, kalau tidak saling jarah tapi saling dukung pastilah sudah terwujud Indonesia Raya & sangat menyedihkan negri ini ceritanya korupsi melulu, rebutan melulu, jadi apapun motivasinya & nanti apapun hasilnya, lanjutkan hak angket DPR
ahmad marzose 7 Desember 2009 - 8:19am / Indonesia
Saya kira jikalau di kurs kan kedalam mata uang uero tak sebesar rupiah dalam angka 2x tsb apalagi ponsterling,jikalau mata uang arabia diikutkan dalam kancah bicara tentu makin kecil nilainya seperti halnya kuwait qatar bahrain letek rupiah yang kita cintai tsb.Apakah tidaklah sebaiknya saja memperbincangkan naiknya nilai mata uang rupiah saja di pasaran dunia dari pada menghebohkan soal bank yang bermasyaalah itu,bukankan setiap bank tsb sudah ada penanggung jawabnya masing 2x,saya pikir jikalau sampai ke tingkat presiden memperbincangkan membahas soal bank di tanah air tentu saja bukanlah proporsinya hanyalah membuang waktu saja,masih banyak yang lain lebih penting untuk dibahas demi kemajuan bangsa dan nengara,memancing diair yang keruh itu dapatlah diterka hasilnya/intermeso.
benny a budiman 6 Desember 2009 - 6:48am / Indonesia
Angket dan angket....betapa peliknya kondisi indonesia, berbagai kasus yang harus diselesaikan, penyelamatan apapun yang harus di lakukan pemerintah indonesia harus tetap dilakukan untuk rakyat yang telah banyak jadi korban...seperti yang di sampaikan pak benny wijaya, publik (rakyat) sebernarnya tidak perlu ditambahi lagi beban karena rakyat sudah cukup banyak menderita, biarlah para birokrat yang menyelesaikan ini sesuai dengan tanggung jawab mereka sebagai pengemban amanah rakyat...masyarakat luas hanya perlu memonitor dan menyikapi masalah ini secara bijak dan kritis, melalui media yang semakin luas....
hasanuddin podang 5 Desember 2009 - 8:37am / indonesia
yg pasti jelas bahwa BODIONO n SRI MULYANI adalah org yg tahu dengan semua proses tersebut... makanya kedua org tersebut tetap kokoh di era SBY.............................
Wendie Razif Soetikno 4 Desember 2009 - 7:59pm / Indonesia
Pernyataan Presiden SBY pada pidato Senin, 23 November 2009 pk. 20.00 dan diulang pada Konperensi Pers jajaran Depkeu-BI pada hari Selasa, tanggal 24 November 2009, yg menyatakan bahwa penanganan Bank Century sebagai bank gagal sistemik MENGACU PADA KRISIS KEUANGAN GLOBAL PADA TAHUN 2008 Pernyataan ini menyesatkan, karena kalau argumen ini dipakai, maka kasus BLBI, yg telah dinyatakan sebagai kejahatan perbankan menjadi gugur. Padahal sudah ada dua Direktur BI (Paul Soetopo dan Hendro Budiyanto) yg dipenjara karena kasus BLBI ini dan para Gubernur BI mulai dari Sudrajad Djiwandono, Syahril Sabirin dan Burhanudin Abdullah selalu dipusingkan dengan pemanggilan Kejaksaan Agung menyangkut kasus BLBI ini. ARGUMEN MEREKA bahwa BLBI DIKUCURKAN PADA SAAT KRISIS EKONOMI 1997-1998 TIDAK PERNAH DIGUBRIS oleh para pengamat ekonomi, POLRI, KEJAKSAAN AGUNG dan MA. Padahal saat itu, nilai rupiah jatuh (US $ 1 = Rp. 15.000) dan inflasi mencapai 300 % sehingga banyak kalangan industri dan perusahaan yg bangkrut, piutang bank dan kredit perbankan tak tertagih, yg menyebabkan banyak bank collaps dan harus diselamatkan melalui mekanisme BLBI. Tapi situasi dan kondisi perekonomian th. 1997-1998 itu tidak pernah dipertimbangkan dalam eksekusi kasus BLBI. Sedangkan situasi krisis ekonomi th. 2008 lain, nilai rupiah masih stabil dikisaran US $ 1 = Rp. 9.800 dan inflasi masih dikisaran 7-8 %. Oleh sebab itu, alasan Presiden SBY yg diamini oleh jajaran Depkeu-BI, bahwa kucuran dana ke Bank Century senilai Rp. 6,7 trilyun itu mengacu pada krisis ekonomi global tahun 2008 HARUS DITOLAK. Kalau argumen : mengacu pada krisis global ini diterima, konsekuensi logisnya, para Direktur BI yg sudah terlanjur dipenjara karena kasus BLBI ini (Paul Soetopo dan Hendro Budiyanto) harus direhabilitasi dan dipulihkan hak-hak konstitusionalnya. Kalau mengacu pada yurisprudensi BLBI,maka tindak pidananya adalah TIDAK MENGHENTIKAN KLIRING SEJAK AWAL. Baca Selengkapnya di site KoranTempo - Tak Melakukan Stop Kliring, Hendro Budiyanto Dituntut 6 Tahun Ini link-nya : http://www.infoanda.com/id/link.php?lh=AwEBUgtcU1FX Dengan alasan TIDAK MENGHENTIKAN KLIRING sehingga dana talangan membengkak dari Rp. 600 milyar menjadi Rp. 6,7 trilyun (Laporan Audit BPK atas Bank Century ke DPR RI), maka tanpa Pansus Angket DPR-pun, Boediono dan Sri Mulyani dapat dipenjara
Saya 6 Desember 2009 - 8:32pm / Indonesia
Analysisnya berdasarkan hukum ekonomi sangat bagus Pak Wendie, semoga bisa sampai dan dipertimbangkan oleh Pansus DPR demi keadilan!
Marcellia 3 Desember 2009 - 5:10pm / Indonesia
Kasus bank Century aku rasa tak akan di tindak lanjuti spt kasus BLBI ,BBM dll aku tunggu "dagelan Politik" apa lagi yg akan di pentaskan oleh anggota dewan yg terhormat

Kirim komentar

Komentar harus sesuai topik dan tidak boleh melebihi 150 kata. RNW berhak menghapus komentar di luar topik atau mengandung unsur penghinaan. Komentar merupakan tanggung jawab pribadi si pemberi komentar dan tidak mencerminkan sikap RNW, kecuali ditegaskan demikian.

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <p> <br>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

Video pilihan

Stedelijk Museum Amsterdam Dibuka untuk Pers
Stedelijk Museum di Amsterdam dibuka untuk pers Rabu (09/05), setelah...
Terapi Virtual untuk Korban Pelecehan Seksual
Tim psikolog Universitas Erasmus Rotterdam, Belanda, menggunakan...
RNW - INFORMASI, WARTA BERITA DAN ANALISA DALAM 10 BAHASA, 24 JAM SEHARI, MELALUI RADIO, TELEVISI DAN INTERNET