
NEW YORK (ANP) - Pasukan keamanan Suriah dalam beberapa bulan terakhir telah mengeksekusi lebih dari 100 warga sipil dan pemberontak opisisi yang terluka atau tertangkap. Kemungkinan besar jumlah penentang rezim Presiden Bashar al-Assad, yang dibunuh tanpa diadili terlebih dahulu, jauh lebih tinggi.
Demikian tulis organisasi HAM internasional, Human Rights Watch dalam sebuah laporan mereka yang dipublikasikan hari Senin (09/04). Di dalamnya dijelaskan lebih dari sepuluh insiden dimana sejak akhir 2011 di provinsi Idlib dan Homs menewaskan setidaknya 101 orang. Sebagian besar korban meninggal bulan Maret.
"Dalam upaya putus asa untuk menghentikan pemberontakan, petugas keamanan Suriah membunuh baik warga sipil atau pejuang oposisi dengan darah dingin," kata Ole Solvang dari organisasi hak asasi manusia.