Semua yang mengakui Indonesai itu negara dan bangsanya, tidak akan luput dari berbagai serangan sengsara dan derita. Ini bukannnya kesalahan teknik atau kekeliruan menyalahgunakan kewajiban, tidak. Melainkan ini adalah upah dari perbuatan keji dan ngeri yang dilakukan oleh Soekarno Cs setelah menghancurkan Negara Republik Indonesia Serikat 1950 di Jakarta. Setelah itu, memproklamirkannya kembali pada tanggal 17 Agustus 1950 di Jakarta pula. Soekarno telah menanamkan bibit kehancuran dan malapetaka untuk masa depan negara ini, seakan memakan buah simalakamah. Lihat saja beberapa hari berlalu dimana Rektor UI di Depok menobatkan Raja Arab Saudi dengan gelar Doktor dan menjadi bumerang kekejian dimata semua orang Indonesia, termasuk para Professor dan dekan UI itu sendiri. Karena tidak pantas untuk menggelar seorang Raja seperti Arab Saudi dengan gelar doktor sementara dialah yang memberikan keputusan membunuh TKW di negaranya sendiri. Sekarang, Rektor UI itu diminta keterangannya oleh DPR di Jakarta. Semua yang merasa berkuasa, selamanya bertindak secara serampangan tapi tetap saja tidak bersalah. Dan itulah keadaan yang sebenarnya di Indonesia. Tapi buah simalakamah ini, akan menjadi mala petaka nista bagi Indonesia itu, selama dia tidak juga mengenal kebenaran sehubungan dengan namanya sendiri.
Semua yang mengakui Indonesai itu negara dan bangsanya, tidak akan luput dari berbagai serangan sengsara dan derita. Ini bukannnya kesalahan teknik atau kekeliruan menyalahgunakan kewajiban, tidak. Melainkan ini adalah upah dari perbuatan keji dan ngeri yang dilakukan oleh Soekarno Cs setelah menghancurkan Negara Republik Indonesia Serikat 1950 di Jakarta. Setelah itu, memproklamirkannya kembali pada tanggal 17 Agustus 1950 di Jakarta pula. Soekarno telah menanamkan bibit kehancuran dan malapetaka untuk masa depan negara ini, seakan memakan buah simalakamah. Lihat saja beberapa hari berlalu dimana Rektor UI di Depok menobatkan Raja Arab Saudi dengan gelar Doktor dan menjadi bumerang kekejian dimata semua orang Indonesia, termasuk para Professor dan dekan UI itu sendiri. Karena tidak pantas untuk menggelar seorang Raja seperti Arab Saudi dengan gelar doktor sementara dialah yang memberikan keputusan membunuh TKW di negaranya sendiri. Sekarang, Rektor UI itu diminta keterangannya oleh DPR di Jakarta. Semua yang merasa berkuasa, selamanya bertindak secara serampangan tapi tetap saja tidak bersalah. Dan itulah keadaan yang sebenarnya di Indonesia. Tapi buah simalakamah ini, akan menjadi mala petaka nista bagi Indonesia itu, selama dia tidak juga mengenal kebenaran sehubungan dengan namanya sendiri.