KAIRO - Suku Beduin menculik dua wisatawan Amerika Serikat di Mesir. Hal ini diumumkan pejabat keamanan Mesir, Kamis (31/05).
Kedua pria Rabu malam (30/05) mengemudi mobil di dekat kota peristirahatan Dahab di semenjanjung Sinaï, ketika penghuni padang gurun memaksa mereka berhenti.
Bulan-bulan belakangan beberapa kali terjadi penculikan wisatawan asing di wilayah Sinaï. Dengan demikian, suku Beduin berharap bisa membebaskan anggota sukunya yang menurutnya ditahan tanpa alasan. Dalam setiap penculikan, wisatawan dibebaskan setelah beberapa hari.
Pengaruh pemerintah Mesir di wilayah Sinaï terbatas, karena perjanjian perdamaian dengan Israël tahun 1979 menentukan di sana tidak boleh ada tentara. Di bawah rezim Presiden Hosni Mubarak yang digulingkan tahun lalu, pemerintah tidak memerhatikan keamanan di kawasan tersebut.












