ATHENA (ANTARA News) - Uni Eropa dan Dana Moneter Internasional (IMF) memberikan tenggat waktu 2 minggu bagi Yunani untuk mengajukan rencana penghematan lebih banyak yang bernilai 300 juta euro. Demikian dikatakan kantor pers Bloomberg hari Kamis (09/02).
Perdana Menteri Yunani, Lucas Papademos bernegosiasi sepanjang malam dengan para pemimpin partai-partai pemerintahan Yunani dan perwakilan dari Uni Eropa, Bank Sentral Eropa dan IMF. Mereka menuntut pemerintah Yunani mengajukan program baru penghematan dan menyetujui reformasi sebelum mereka memberikan lampu hijau bagi paket bantuan keuangan baru. Penghematan tambahan di sektor pensiun sangat sulit diterima bagi rakyat Yunani.
Menteri Keuangan Yunani, Evangelos Venizelos hari Kamis (09/02) berada di Brussels untuk berdiskusi dengan menteri keuangan dari negara-negara zona euro dan Direktur IMF Christine Lagarde. Kemungkinan bangkrutnya negara Yunani tidak dibahas pada pertemuan tersebut.


















