Sekjen PBB Ban Ki-moon dalam lawatannya di Rwanda mendesak negara itu agar tidak menarik misi militernya dari Sudan.
Pemimpin Rwanda mengancam untuk menarik kembali pasukannya jika PBB mempublikasikan laporan yang menyatakan bahwa pasukan Rwanda bersalah atas peristiwa genosida yang terjadi di Kongo.
Dalam upaya meredakan ketegangan, Ban Ki-moon berbicara dengan presiden Paul Kagame. Menurut BBC, pemimpin PBB itu melontarkan kekecewaannya dengan bocornya laporan PBB tersebut.
Regim pemerintahan Rwanda menyatakan laporan itu memalukan dan merusak. PBB menunda publikasi laporan itu menjadi 1 Oktober agar negara-negara yang terkait dapat memberikan tanggapannya.



















