Pemerintahan Myanmar yang didukung militer berjanji kepada para delegasi Uni Eropa untuk menyelenggarakan pemilu demokratis.
"Kami telah mengambil tindakan sehingga pemilu mendatang akan berjalan bebas, jujur dan dapat dipercaya," kata ketua parlemen Shwe Mann kepada komisaris pembangunan Uni Eropa, Andris Piebalgs
Pemilu yang dijadwalkan 1 April itu, yang akan diikuti pertama kali oleh pemimpin oposisi Aung San Suu Kyi, dianggap sebagai tolok ukur penting bagi tekad rezim negara Asia Tenggara itu untuk melakukan reformasi. Pemilu 2010 yang dimenangkan pihak pro militer berjalan tidak jurdil. Piebalgs yang ditemani menteri pembangunan Jerman Dirk Niebel, selama kunjungan tiga harinya, akan berjumpa dengan Aung San Suu Kyi.


















