Kabul (ANP/AFP/RTR) - Rabu ini, di Afghanistan banyak orang kembali turun ke jalan memprotes insiden pembakaran kitab suci, Al Qur'an.
Dalam berbagai kerusuhan yang terjadi, dipastikan lima orang tewas terkena tembakan, dan puluhan orang lainnya menderita luka-luka. Diperkirakan, tembakan dilepaskan oleh pasukan anti huru hara.
Para demonstran di ibukota Kabul menyerang polisi, memecahan kaca mobil dan meneriakkan seruan: 'Hancurkan Amerika'. Aksi unjuk rasa dan kerusuhan juga terjadi di berbagai kota lainnya.
Penyulut rangkaian kerusuhan ini adalah laporan para pekerja dinas kebersihan Afghanistan yang menemukan sisa-sisa pembakaran kitab suci Al Qur'an di pangkalan angkatan udara Amerika, di Bagram. Pakta militer NATO dan komandan pasukan Amerika telah mengajukan permintaan ma'af.


















