ISTANBUL (ANP) - Perdana menteri Turki Recep Tayyip Erdogan tidak mau karyawannya menggunakan mobil Perancis.
Kantor perdana menteri membatalkan pesanan 130 unit mobil Renault berkaitan dengan konflik diplomatik mengenai sebuah UU Perancis, demikian media Turki. Pemesanan mobil baru dialihkan ke pabrik mobil buatan Amerika, Ford.
Rencana untuk memberi hadiah sebuah mobil listrik Renault kepada perdana menteri Erdogan juga dibatalkan. Kementrian Ilmu Pengetahuan, Industri dan Teknologi Turki juga membatalkan pemesanan puluhan mobil listrik Perancis.
Turki memprotes sebuah UU Perancis yang melarang pembantahan genosida. Menurut Turki, UU tersebut dialamatkan ke pembantaian warga Armenia setelah jatuhnya kesultanan Otoman di tahun 1915.
Di luar negeri, Turki dituduh secara sistimatis melakukan genosida. Menurut Turki sendiri, itu warisan kesultanan Ottoman.



















