DEN HAAG (ANP) - Atas desakan pemerintah Belanda, pernyataan Uni Eropa mengenai wilayah pendudukan Palestina diperlunak. Demikian koran sore NRC Handelsblad.
Pernyataan Uni Eropa yang diumumkan minggu ini, tidak menyebut laporan kritis intern Uni Eropa. Partai kiri hijau GroenLInks yang oposisi di Belanda minta debat di parlemen.
Menurut Mariko Peters anggota GroenLinks di parlemen, minggu lalu menlu Rosenthal masih membantah bahwa laporan itu masuk dalam agenda rapat Uni Eropa dan bahwa Belanda menyampaikan pendapatnya.
"Rosenthal tidak saja mempengaruhi pernyataan Uni Eropa tentang Israel tetapi juga mengosilasi Belanda," menurut Peters.
Hari Kamis (26/1) menlu Rosenthal tidak banyak memberikan reaksi. "Pernyataan Uni Eropa itu merupakan kesepakatan semua 26 menlu. Termasuk yang disampaikan Belanda. Hubungan saya dengan semua menlu Eopa, termasuk hubungan Belanda dengan negara Uni Eropa lain, sangat baik. Belanda tidak bisa mengambil keputusan sendiri. Banyak negara lain yang mendukung Belanda."
Menteri luar negeri Belanda dari partai liberal konservatip VVD itu tidak menggubris kritik bahwa ia banyak mempengaruhi pernyataan Uni Eropa mengenai wilayah pendudukan di Israel. Ia tetap berpendapat bahwa : "Proses perdamaian di Timur Tengah penting bagi semua pihak."
Tahun lalu Rosenthal juga harus menjawab kritik yang sama di parlemen Belanda. Perundingan mengenai pernyataan bersama Uni Eropa tentang konflik antara Israel dengan Pelstina ketika itu menurut Rosenthal berjalan alot karena tidak ada keseimbangan tentang rancangan text. Rosenthal menganggap rancangan text untuk menghidupkan kembali perungingan antara Israel dengan Palestina tidak disekapati oleh semua negara Uni Eropa.



















