Enam disiden Kuba Selasa pagi meninggalkan negaranya menuju Spanyol. Mereka adalah sebagian dari 52 tapol yang ditahan tahun 2003. Mereka dilepas dari tahanan berkat campur tangan gereja katolik Kuba.
Kuba berjanji para disiden ini akan bebas dalam kurun waktu 4 bulan. Pemerintah komunis di Havana menganggap mereka kaki tangan Washington dan tidak pantas tinggal di Kuba. 20 di antara mereka bersedia berangkat ke Spanyol. Belum jelas mengapa pemerintah Kuba memutuskan melepas mereka. Jumlah 52 tapol yang dibebaskan ini, adalah yang kedua besarnya, setelah Kuba membebaskan 101 tapol ketika kunjungan mendiang Paus Johannes Paulus ke dua pada tahun 1998. Perkiraan jumlah tapol di Kuba berkisar sekitar 167 orang, demikian organisasi HAM ilegal Kuba Ccdhrn pada awal juli 2010.






















